Bawa Rekaman Video, Bule Irlandia Buktikan tidak Ada Penganiayaan

"Saat rapat dengan sejumlah pegawai pemegang kebijakan di perusahaan. Ibu Pramesti mengakui perbuatannya. Kata dia ada uang yang diambil langsung di bank dengan cek perusahaan," beber terdakwa.

Ia juga mengakui saat itu sangat kecewa dengan karyawannya yang telah menghancurkan perusahaan. Karena tidak hanya mengambil uang dari pembelanjaan, tetapi juga uang tips atau bonus hak karyawan. 

"Uang suka duka dan juga uang koperasi. Saya merasa dikhianati, kebetulan saya liat ada lipstik di lantai dan masih baru. Juga saya tau itu lipstik mahal, saya coretkan ke wajah dan tangan lalu bagian baju pramesti," ungkapnya.

Terdakwa membantah soal tuduhan melukai wajah korban dengan menggoreskan lipstik tersebut. Kata terdakwa, lipstik masih bagus dan utuh. Hal itu, kata terdakwa sudah hal biasa di negaranya jika seorang pencuri uang dicoret wajahnya supaya malu dan tidak lagi mengulangi perbuatannya.

Terdakwa juga membantah saat itu ada luka di wajah. Tetapi terdakwa melihat korban menggoreskan sendiri pipi bagian kiri dengan kuku jari tangannya sambil berpura-pura sakit jantung dan pingsan. Juga dikatakan menyekap korban, terdakwa bersikeras bahwa saat rapat itu ada sejumlah pegawai lainnya yang begadang lembur dan tidak memaksa korban untuk tidak pulang. 

Ditanya apakah dalam ruangan tempat rapat dan mengintograsi korban sangat tertutup, dijawab terdakwa bahwa rapat bertempat dalam villa 6. "Jadi ada beberapa vila, saat itu di vila 6. Disaksikan oleh staff akuntung lainnya termasuk manager oprasional," jelasnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top