“Membangun masa depan digital mengharuskan kita untuk memperkuat fondasi, mengadopsi kecerdasan, dan berkolaborasi di seluruh ekosistem. Melalui berbagai upaya tersebut, kita dapat mentransformasi konektivitas menjadi inovasi yang lebih besar, peluang ekonomi, dan pertumbuhan digital yang berkelanjutan,” ujar Dian.
Lebih lanjut, Dian juga menyampaikan, seiring dengan pertumbuhan dan perubahan lanskap industri telekomunikasi, TelkomGroup terus berupaya untuk beradaptasi agar tetap relevan dan resilien melalui strategi transformasi TLKM 30.
Terdapat empat pilar utama strategi TLKM 30 yang dijalankan secara simultan dan saling berkesinambungan, antara lain operational and service excellence, streamlining, unlock value, dan modus-operandi shift.
“Pada akhirnya TLKM 30 memiliki satu ambisi, yaitu membawa TelkomGroup dari connectivity menuju infrastructure dan intelligence, menjadi perusahaan digital telco kelas dunia, sekaligus menciptakan berbagai digital possibilities untuk masa depan. Transformasi ini juga perlu diikuti dengan kemampuan Telkom untuk terus beradaptasi terhadap evolusi industri yang semakin cepat, termasuk melalui pengembangan struktur organisasi yang semakin agile,” pungkas Dian.
Pembahasan kemudian berkembang pada kebutuhan investasi dan kolaborasi untuk membangun infrastruktur fiber darat dan laut yang kuat.
Sejalan dengan tema besar BATIC 2026, adopsi AI di skala enterprise, termasuk bagaimana teknologi tersebut dapat diterjemahkan menjadi nilai bisnis yang terukur, juga menjadi salah satu topik yang menarik perhatian. Selain itu, perkembangan komunikasi masa depan dan evolusi jaringan optik menuju infrastruktur yang semakin cerdas turut dibahas untuk menjawab kebutuhan era AI.










