Rasio profitabilitas dan efisiensi lainnya juga menunjukkan kinerja yang baik, yaitu Net Interest Margin (NIM) tercatat sebesar 5,93 persen, Return on Assets (ROA) sebesar 3,90 persen, Return on Equity (ROE) sebesar 22,76 persen, serta Cost to Income Ratio (CIR) terjaga pada level 51,70 persen.
Dari sisi permodalan, total modal Bank BPD Bali tumbuh sebesar 20,43 persen (yoy) menjadi Rp6,56 triliun, dengan Modal Inti mencapai Rp6,31 triliun atau tumbuh sebesar 20,65 persen (yoy). Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) atau Capital Adequacy Ratio (CAR) berada pada level yang sangat kuat, yaitu 30,11 persen.
Selain ditopang oleh fundamental keuangan yang solid, Bank BPD Bali juga terus memacu inovasi layanannya. Penguatan transaksi digital ini memberikan kontribusi besar pada aktivitas pembayaran masyarakat, khususnya bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Bali. Hingga September 2026, merchant QRIS Bank BPD Bali mencapai 72.597 merchant, mengalami peningkatan sebesar 12,39 persen (yoy). Seiring dengan bertambahnya jumlah pengguna, aktivitas penggunaan layanan digital mengalami peningkatan. Jumlah transaksi melalui QRIS tercatat sebanyak 26.944.231 transaksi per September 2026. Angka tersebut bertambah sebanyak 10.719.895 transaksi.
Melengkapi kemudahan transaksi non tunai melalui QRIS, layanan BPD Bali Mobile juga menunjukkan tren pertumbuhan seiring dengan tingginya kebutuhan nasabah akan layanan perbankan yang praktis dan cepat. Hingga September 2026, jumlah pengguna BPD Bali Mobile tercatat mengalami peningkatan sebesar 15,89 persen (yoy) atau bertambah 41.568 pengguna menjadi 303.120 pengguna. Pertumbuhan pengguna ini turut mendorong lonjakan aktivitas finansial, di mana volume transaksi melalui BPD Bali Mobile tumbuh sebesar 19,53 persen (yoy) atau bertambah 368.776 transaksi menjadi 2.256.920 transaksi, menandakan bahwa nasabah semakin nyaman dan percaya dalam memanfaatkan ekosistem digital Bank BPD Bali untuk mendukung berbagai aktivitas keuangan harian mereka.










