Bank BPD Bali Jaga Tren Positif Kinerja Keuangan Sampai Dengan Triwulan III 2026 Melalui Pemberdayaan UMKM

2026-10-16-at-11.52.39
Bank BPD Bali mencatatkan kinerja keuangan yang positif hingga September 2026. (Bank BPD Bali)

DENPASAR-fajarbali.com | PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) terus memperkuat komitmennya dalam mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat mencapai kemandirian ekonomi. Penyaluran pembiayaan ke sektor produktif merupakan fokus utama Bank BPD Bali untuk memastikan usaha masyarakat dapat terus berjalan, berkembang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Fokus tersebut sejalan dengan penyaluran kredit Bank BPD Bali hingga akhir September 2026 mencapai Rp26,82 triliun, tumbuh sebesar 8,52 persen year on year (yoy) dari posisi September 2025 yang sebesar Rp24,71 triliun. Penyaluran kredit didominasi oleh sektor produktif, di mana kredit UMKM tersalurkan sebesar Rp14,43 triliun atau setara dengan 53,80 persen dari total penyaluran kredit dan mencatatkan pertumbuhan sebesar 14,92 persen (yoy).

Dalam penyaluran kredit program, Kredit Usaha Rakyat (KUR) terealisasi sebesar Rp1,87 triliun hingga September 2026. Selain itu, produk pembiayaan pendukung UMKM seperti Kredit KUSUMA yang merupakan graduasi dari KUR berhasil tersalurkan sebesar Rp1,46 triliun, serta Kredit Kusuma Sari tersalurkan sebesar Rp774,8 miliar.

Dukungan dalam pemberdayaan UMKM, telah memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan kinerja bank. Hingga September 2026, total aset Bank BPD Bali tercatat mencapai Rp44,87 triliun, tumbuh sebesar 5,66 persen secara tahunan (yoy) jika dibandingkan dengan posisi September 2025 yang sebesar Rp42,47 triliun.

Walaupun penyaluran kredit didominasi oleh kredit produktif, kualitas aset tetap dikelola secara prudent. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross terjaga di level 0,97 persen, sementara itu NPL Net berada di posisi 0,04 persen. Hal ini berdampak terhadap laba juga mengalami pertumbuhan positif, hingga mencapai sebesar Rp1.006 miliar atau meningkat sebesar 6,43 persen (yoy). Pertumbuhan laba juga didukung oleh efisiensi operasional yang terjaga, terlihat dari rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang berada di angka 60,25 persen.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top