Kesbangpol Bali juga menyoroti pesatnya arus informasi dan media digital, paparan paham radikal dan perilaku kriminal dapat menyasar siapa saja, termasuk pelajar. "Oleh karena itu, melalui kegiatan sosialisasi ini,
kami mendorong para pelajar untuk memiliki sikap kritis, bijak dalam
bermedia sosial, serta berani menolak dan melaporkan segala bentuk
ajakan yang mengarah pada kekerasan dan pelanggaran hukum," harapnya.
"Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah nyata membangun generasi muda Bali yang bersih pikiran, kuat
karakter, dan bertanggung jawab secara sosial, sehingga visi
Nangun Sat Kerthi Loka Bali dapat diwujudkan mulai dari lingkungan sekolah," kata Ria Arsika memungkasi.
Hadir sebagai nara sumber, yakni Satgas Densus 88 AT Polri Wilayah Bali, Adi dengan materi tentang radikalisme dan kriminalitas, Wakil Ketua KPAD Provinsi Bali tentang Pencegahan dan Perlindungan Anak dari Bahaya Kekerasan, Intoleransi, Ektremime dan Radikalisme Intoleransi, serta Koordinator BNN Provinsi Bali Putu Soni memaparkan materi tentang Deteksi Dini Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba.










