Badan Kesbangpol Bali “Goes to School”, Pencegahan Dini Radikalisme, Terorisme, hingga Penyalahgunaan Narkoba 

IMG-20260211-WA0017
Road show Badan Kesbangpol Provinsi Bali di SMAN Bali Mandara, Buleleng, guna mencegah masuknya paham-paham negatif, menekan kriminalitas hingga mencegah penyalahgunaan narkoba, pada Rabu (11/2/2026).

Lebih lanjut, kegiatan yang akan terus digencarkan ke seluruh sekolah di Bali ini, merupakan komitmen Pemprov Bali dalam melaksanakan fungsi kewaspadaan dini, pencegahan konflik, serta perlindungan masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman paham radikal, terorisme, dan perilaku kriminal.

"Secara substansial, kegiatan ini sejalan dengan Visi Pembangunan Bali: Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya dalam upaya membangun manusia Bali yang berkarakter, beretika, dan berkepribadian luhur, sebagai fondasi terciptanya Bali yang
aman, damai, dan harmonis," imbuhnya.

Masih kata Ria Arsika, dalam nilai Atma Kerthi, manusia diajarkan untuk menjaga kesucian jiwa, pikiran, dan nurani. Pencegahan radikalisme dan
kriminalitas dimulai dari kemampuan generasi muda untuk berpikir
sehat, tidak mudah terprovokasi, serta memiliki keteguhan moral dalam menolak ajakan kekerasan, kebencian, dan tindakan yang bertentangan dengan hukum.

Selanjutnya, Jana Kerthi menekankan pentingnya membangun manusia yang beradab, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. "Radikalisme dan kriminalitas jelas bertentangan dengan nilai tersebut karena merusak persaudaraan," jelasnya.

Oleh karena itu, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang menghormati perbedaan, cinta damai, dan taat hukum.

Dalam konteks Jagat Kerthi, keamanan dan ketertiban sosial merupakan prasyarat utama terciptanya kehidupan bersama yang harmonis. Lingkungan sekolah yang aman, bebas kekerasan, serta bebas dari pengaruh paham ekstrem merupakan bagian penting
dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial kita.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top