ExpertBook Ultra ditenagai prosesor Intel Core Ultra 300 Series terbaru. Varian tertinggi menggunakan Intel Core Ultra X9 388H yang telah Copilot+ PC Certified, memungkinkan pemrosesan AI secara offline tanpa koneksi internet. Prosesor ini dipadukan dengan Intel Arc B390 GPU dan memori LPDDR5X 9600 Mbps.
“Efisiensi meningkat 40% pada performa yang sama dibanding generasi sebelumnya. Sementara performanya naik hingga 60% pada watt yang sama. Dalam pengujian Cinebench R23, ExpertBook Ultra melampaui Intel Core Ultra 7 255H maupun prosesor Ryzen AI,” papar Said.
Untuk pendinginan, ASUS membenamkan ASUS Expert Cooling Technology dengan 3 heat pipe, dual fan, dan 3 jalur pembuangan udara termasuk di bagian tengah untuk mendinginkan SSD NVMe Gen 5 yang kecepatannya mencapai 10.000 MB/s. Material kipas menggunakan Liquid Crystal Polymer dan Fluid Dynamic Bearing sehingga suara hanya di bawah 28 dB dan daya tahan kipas 50% lebih tinggi.
Hasilnya, laptop setipis 1,09 cm ini mampu menjalankan performa hingga 50W TDP, melampaui kompetitor yang umumnya mentok di 30W.
Dari sisi keamanan, ExpertBook Ultra dibekali ASUS ExpertGuardian bersertifikasi NIST Level-4 dengan security processor. Sistem ini melakukan enkripsi data di level hardware sehingga data tidak dapat diakses meski SSD dilepas dan dipasang ke perangkat lain.
“Keamanan data adalah prioritas utama segmen bisnis. Dengan enkripsi otomatis dan proteksi BIOS, perusahaan tidak perlu khawatir jika perangkat hilang atau dicuri,” tambah Said.










