Upaya digitalisasi ini mendapat respons positif yang tecermin dari pertumbuhan kinerja operasional digital BTN. Hingga Maret 2026, jumlah pengguna balé by BTN di Bali mencapai 41 ribu pengguna atau melonjak 59% secara tahunan (year-on-year/yoy). Selaras dengan itu, volume transaksi finansial melalui aplikasi tersebut meroket 76% yoy menjadi 111,2 ribu transaksi.
Pertumbuhan transaksi digital BTN di Bali tercatat berada jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri nasional. Berdasarkan data Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan yang dirilis Bank Indonesia, volume transaksi mobile banking secara nasional hanya tumbuh sebesar 26,7% yoy per Maret 2026. Hal ini membuktikan tingginya tingkat akseptasi digital masyarakat Bali terhadap layanan BTN.
Sektor UMKM dan pelaku usaha lokal juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Jumlah mitra balé merchant di Bali melesat hingga 110% yoy menjadi 4,2 ribu merchant. Kepercayaan pelaku usaha tercermin dari frekuensi transaksi balé merchant yang tumbuh 205% yoy, diikuti dengan kenaikan nilai total transaksi sebesar 98% yoy.
Bagus menambahkan, capaian positif ini didorong oleh integrasi layanan BTN di pusat-pusat aktivitas ekonomi pariwisata, seperti pelabuhan penyeberangan wisatawan dan destinasi unggulan seperti Desa Penglipuran. Perseroan optimistis rantai ekonomi pariwisata Bali yang besar dapat digerakkan secara lebih efisien melalui solusi pembayaran digital yang aman dan terintegrasi.
"Kami melihat pariwisata Bali memiliki rantai ekonomi yang sangat besar. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder pariwisata Bali. Dengan ekosistem yang kuat, BTN optimistis dapat ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Bali, sekaligus memenuhi kebutuhan layanan finansial masyarakat Bali," kata Bagus.










