Akselerasi Transformasi BTN, Garap Ekosistem Finansial Digital Pariwisata Bali Lewat ‘balé by BTN’

Kepala-Kantor-Wilayah-BTN-Jawa-Timur-Bali-dan-Nusa-Tenggara-Bagus-Hendri-Setiawan-kanan-didampingi-PLT-Kepala-Cabang-BTN-Denpasar-Djagat-Bimawan-saat-Media-Gathering-Kinerja-Keuangan-dan-Digital-BTN-di-Denpasar
Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Bagus Hendri Setiawan (kanan) didampingi PLT Kepala Cabang BTN Denpasar, Djagat Bimawan saat Media Gathering Kinerja Keuangan dan Digital BTN di Denpasar.

DENPASAR-fajarbali.com | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memacu transformasi bisnis menuju strategi beyond mortgage. Langkah ini diwujudkan dengan memperluas ekspansi layanan keuangan digital ke berbagai sektor potensial, salah satunya menyasar industri pariwisata di Bali. Sebagai destinasi global, Bali dinilai sebagai wilayah strategis bagi perseroan dalam membangun ekosistem transaksi digital yang terintegrasi.

Penguatan ekosistem ini dilakukan melalui optimalisasi aplikasi super apps digital perbankan, balé by BTN. Guna mempercepat penetrasi pasar, BTN menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan industri pariwisata setempat. Kerja sama tersebut mencakup digitalisasi di kawasan wisata, pelabuhan wisata, desa wisata, hingga pemberdayaan pelaku usaha atau merchant lokal.

Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Bagus Hendri Setiawan, menjelaskan bahwa transformasi beyond mortgage merupakan langkah konkret perseroan untuk memperluas peran dari sekadar bank pembiayaan perumahan menjadi mitra finansial masyarakat. BTN berkomitmen hadir dalam setiap fase kehidupan nasabah, termasuk dalam aktivitas ekonomi harian mereka.

"Di Bali, transformasi beyond mortgage kami perluas hingga ke ekosistem pariwisata. Melalui balé by BTN, kami hadir menemani aktivitas masyarakat dan wisatawan, mulai dari transaksi pembayaran, kebutuhan perjalanan, hingga mendukung pelaku usaha lokal agar semakin nyaman dan mudah bertransaksi," ujar Bagus di Denpasar, Senin (8/6).

Upaya digitalisasi ini mendapat respons positif yang tecermin dari pertumbuhan kinerja operasional digital BTN. Hingga Maret 2026, jumlah pengguna balé by BTN di Bali mencapai 41 ribu pengguna atau melonjak 59% secara tahunan (year-on-year/yoy). Selaras dengan itu, volume transaksi finansial melalui aplikasi tersebut meroket 76% yoy menjadi 111,2 ribu transaksi.

Pertumbuhan transaksi digital BTN di Bali tercatat berada jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri nasional. Berdasarkan data Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan yang dirilis Bank Indonesia, volume transaksi mobile banking secara nasional hanya tumbuh sebesar 26,7% yoy per Maret 2026. Hal ini membuktikan tingginya tingkat akseptasi digital masyarakat Bali terhadap layanan BTN.

BACA JUGA:  Pabrik AC Sharp Indonesia Siap Beroperasi Penuhi Kebutuhan Lokal dan Ekspor Sharp Indonesia Resmikan Pabrik AC

Sektor UMKM dan pelaku usaha lokal juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Jumlah mitra balé merchant di Bali melesat hingga 110% yoy menjadi 4,2 ribu merchant. Kepercayaan pelaku usaha tercermin dari frekuensi transaksi balé merchant yang tumbuh 205% yoy, diikuti dengan kenaikan nilai total transaksi sebesar 98% yoy.

Bagus menambahkan, capaian positif ini didorong oleh integrasi layanan BTN di pusat-pusat aktivitas ekonomi pariwisata, seperti pelabuhan penyeberangan wisatawan dan destinasi unggulan seperti Desa Penglipuran. Perseroan optimistis rantai ekonomi pariwisata Bali yang besar dapat digerakkan secara lebih efisien melalui solusi pembayaran digital yang aman dan terintegrasi.

"Kami melihat pariwisata Bali memiliki rantai ekonomi yang sangat besar. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder pariwisata Bali. Dengan ekosistem yang kuat, BTN optimistis dapat ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Bali, sekaligus memenuhi kebutuhan layanan finansial masyarakat Bali," kata Bagus.

Kendati gencar melakukan ekspansi digital di sektor pariwisata, BTN menegaskan tidak akan menanggalkan core business utamanya di bidang perumahan. Hingga Maret 2026, outstanding KPR Subsidi BTN di Bali mencapai Rp1,64 triliun (tumbuh 3,3% yoy) untuk 13.244 unit rumah. Selain itu, BTN juga menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp53,6 miliar untuk menyokong seluruh rantai pasok industri properti di daerah.

“BTN tetap menjadi mitra utama masyarakat Bali dalam mewujudkan kepemilikan hunian. Namun, hubungan kami dengan nasabah tidak berhenti ketika akad KPR selesai. Melalui beyond mortgage, BTN ingin hadir lebih luas, mulai dari pembiayaan perumahan, dukungan kepada pelaku usaha sektor perumahan, hingga transaksi finansial harian masyarakat,” pungkas Bagus. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top