Wabup Alit Sucipta Hadiri Launching Veritas Intercultural School, Awali Transformasi Pendidikan Berstandar Internasional

IMG-20260723-WA0027
Wakil Bupati (Wabup) Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri launching Veritas Intercultural School (VIS), di Jl. Muding Indah X No. 9, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung.

DENPASAR-fajarbali.com | Wakil Bupati (Wabup) Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri launching Veritas Intercultural School (VIS), di Jl. Muding Indah X No. 9, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, Kamis (23/7/2026).

Launching ini dilakukan setelah 25 tahun beroperasi sebagai sekolah SPK ternama di Bali, Bintaro, dan Kelapa Gading, ketiga sekolah ini resmi bertransformasi dengan mengusung identitas Veritas Intercultural School (VIS), efektif mulai Tahun Ajaran 2026/2027.

Transformasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan internasional yang relevan, holistik, dan berorientasi pada masa depan.

Perubahan identitas ini mencerminkan visi pendidikan yang menekankan pembelajaran berbasis inkuiri, pemahaman lintas budaya, serta pengembangan karakter dan kompetensi global.

Veritas Intercultural School berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang berintegritas, berpikiran terbuka, peduli terhadap sesama, dan siap berkontribusi di masyarakat global.

Wabup Alit Sucipta mengapresiasi langkah pengelola sekolah karena sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Badung di bidang pendidikan, yang bermuara pada satu tujuan: menciptakan sumber daya manusia yang unggul berdaya saing global.

Ia memuji VIS yang meski mengadopsi kurikulum internasional, namun tetap menjunjung nilai-nilai kearifan lokal. Sehingga ia mempercayakan pendidikan anaknya di sekolah itu.

"Atas nama Pemkab Badung dan sebagai salah satu orangtua murid, kami apresiasi para pengelola VIS, karena punya visi yang sama mencetak generasi unggul dan berdaya saing," ujar Wabup Alit Sucipta.

School Director Veritas Intercultural School Bintaro, Megasari, menambahkan, transformasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat arah pendidikan yang berpusat pada perkembangan peserta didik.

Menurutnya, perubahan menjadi Veritas Intercultural School merupakan wujud komitmennya untuk terus berkembang dan menghadirkan pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan.

BACA JUGA:  ITEKES Bali Lepas 72 Ners dan Perawat, Kompetensinya Bisa Diuji

"Kami ingin setiap peserta didik tidak hanya memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang berintegritas, memiliki rasa ingin tahu, mampu berpikir kritis, dan siap memberikan dampak positif di manapun mereka berada," ujar Megasari.

Nama Veritas, yang berarti kebenaran, mencerminkan nilai kejujuran, integritas, keberanian berpikir kritis, dan semangat belajar sepanjang hayat. Sementara itu, Intercultural merefleksikan keyakinan bahwa pembelajaran terbaik lahir dari interaksi dengan beragam budaya, bahasa, dan perspektif.

Melalui lingkungan belajar yang inklusif, peserta didik didorong untuk membangun empati, menghargai perbedaan, serta berkembang menjadi warga dunia yang bertanggung jawab.

Sebagai bagian dari transformasi ini, Veritas Intercultural School mengimplementasikan International Baccalaureate (IB) sebagai kerangka pendidikan yang selaras dengan visi sekolah dalam membentuk peserta didik yang siap menghadapi tantangan global.

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis inkuiri (inquirybased learning), IB mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, berkomunikasi dan berkolaborasi secara efektif, serta menjadi individu yang berintegritas, berpikiran terbuka, dan peduli terhadap sesama.

Pendekatan holistik ini membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang diperlukan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Memperkuat makna transformasi tersebut, Gusti Wayan Bayu Wedananta Alit Putra, School Director Veritas Intercultural School Bali, menegaskan perubahan ini merupakan penegasan arah pendidikan yang ingin diwujudkan oleh sekolah.

"Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan penegasan arah pendidikan yang kami bangun. Kami ingin setiap peserta didik memiliki keberanian untuk bertanya, kemampuan untuk beradaptasi, serta kepedulian untuk menjadi bagian dari solusi di tengah dunia yang terus berubah,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Lauren Sarinah, School Director Veritas Intercultural School Kelapa Gading, menyampaikan Veritas Intercultural School berdiri tegak sebagai School of Truth & Empathy.

BACA JUGA:  Tiga Siswi SMK Penerbangan Cakra Nusantara Ikuti Olimpiade Sains Penerbangan Nasional

Sebuah institusi yang tidak hanya menempa kecerdasan intelektual dan integritas akademik (Truth), tetapi juga mengasah kepekaan hati untuk saling memahami, menghargai keberagaman, dan peduli terhadap sesama (Empathy).
Komitmen ini tercermin nyata dalam tagline, “We Learn, We Rise, We Lead” yang merangkum esensi perjalanan bagi setiapVISioner—sebutan bagi para siswa VIS.

"Kami belajar (learn) dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan motivasi yang kuat. Kami bangkit (rise) dengan bertumbuh melampaui tantangan demi mengasah potensi unik diri. Hingga pada akhirnya, kami memimpin (lead) dengan cara melayani sesama, mengambil keputusan yang bijak, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia," jelas Lauren.

Melalui transformasi ini, Veritas Intercultural School menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas internasional yang berpijak pada nilai-nilai integritas, kolaborasi, dan pembelajaran sepanjang hayat.

Dengan mengintegrasikan kerangka International Baccalaureate dan memperkuat budaya belajar yang inklusif, Veritas Intercultural School mempersiapkan peserta didik untuk menjadi individu yang berkarakter, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi komunitas lokal maupun global. [gde]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top