Dari sisi keuangan, Adira Finance membukukan laba bersih yang tumbuh sebesar 32% y/y menjadi sebesar Rp1,6 triliun terutama disebabkan penurunan pada biaya bunga dan biaya kredit di sepanjang tahun 2022. Beban bunga tercatat turun sebesar 34% menjadi Rp729 miliar dampak adanya penurunan pada jumlah pinjaman dan biaya pendanaan. Disamping itu, sejalan dengan perbaikan kondisi ekonomi dan bisnis, biaya
kredit tercatat menurun sebesar 35% y/y menjadi Rp907 miliar. Dengan demikian, Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) Perusahaan masing-masing menjadi 8,6% dan 17,4% di tahun 2022.
Per posisi Desember 2022, kualitas aset Perusahaan menunjukkan perbaikan yang ditandai rendahnya gross NPL konsolidasi yang dikelola dilevel 1,7%, dari sebelumnya sebesar 2,3% pada tahun 2021. Penurunan ini didukung aktivitas ekonomi yang
berangsur pulih sehingga mempengaruhi kapasitas pembayaran konsumen serta aktivitas penagihan yang intensif.
Dari sisi pendanaan, Perusahaan terus melakukan diversifikasi sumber pendanaannya melalui dukungan berkelanjutan dari pembiayaan bersama dengan Perusahaan induknya, Bank Danamon dan memperoleh pinjaman eksternal yang meliputi pinjaman bank dan obligasi. Per posisi Desember 2022, Pembiayaan Bersama mewakili 47% dari piutang yang dikelola. Sementara itu, total pinjaman Perusahaan pada Desember 2022 tercatat turun 4% menjadi Rp 10,5 triliun, terdiri dari pinjaman bank baik dalam negeri dan luar negeri dan obligasi, & sukuk masing-masing memberikan kontribusi 48%:52%. Hasilnya, gearing ratio turun menjadi 1,0 kali di tahun 2022 dari sebelumnya 1,2 kali di 2021, yang didukung dari pertumbuhan jumlah ekuitas dari meningkatnya saldo laba.










