Ada Pesan Mendalam di Balik Mesaba Festival 2025

u10-IMG-20251218-WA0001
Penanaman pohon tarumenyan dan sukun di areal Pura Belahan Alas Harum, Desa Basangambu, Tampaksiring, Gianyar.

GIANYAR-fajarbali.com | Di tengah ancaman krisis ekologis, Puja Tirtha Buana: Mesaba Festival 2025 hadir sebagai ikhtiar kebudayaan untuk merawat bumi dan air—dua sumber utama kehidupan. Festival ini digelar di Pura Alas Harum, Desa Basangambu, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, pada 16–17 Desember 2025.

Mesaba Festival menjadi simpul akhir program Revitalisasi Sistem Pengetahuan Subak yang digagas Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV. Melalui pagelaran budaya, festival ini merangkai ulang jejak sejarah Subak dengan tantangan aktual yang dihadapi petani dan lanskap air Bali hari ini.

Dalam Puja Tirtha Buana, air dimuliakan sebagai sumber penghidupan dan spiritualitas. Rangkaian ritual menyucikan jiwa serta benih yang ditanam di kawasan sumber mata air menjadi simbol kesinambungan peradaban Subak di masa depan.

Festival bertajuk “Karya Subak untuk Buana” ini merupakan diseminasi hasil revitalisasi Subak di lanskap DAS Pakerisan. Presentasi seni dan budaya dipilih sebagai medium untuk mengembalikan pengetahuan dan karya budaya kepada masyarakat pemiliknya, sekaligus memperluas partisipasi publik melalui kolaborasi lintas pihak.

Camat Tampaksiring  I Wayan Eka Mulia Adi Putra mengapresiasi pemilihan wilayahnya sebagai lokasi Mesaba Festival 2025. Menurut dia, kawasan DAS Pakerisan merupakan laboratorium hidup peradaban Bali yang telah diakui UNESCO. “Subak bukan sekadar sistem pengatur air, tetapi juga penjaga sumber air melalui praktik penanaman dan perawatan alam,” kata dia.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top