Calonarang “Aji Kekereb” Pungkasi  Utsawa Bali Sani 2026 UNHI, Usung Pesan Kepemimpinan Bijak

IMG-20260930-WA0008
Pementasan calonarang Aji Kekereb menjadi sajian pamungkas Utsawa Bali Sani (UBS) ke-XI 2026 UNHI, Selasa (29/9) malam. ist

DENPASAR-fajarbali.com | Gelaran pementasan seni pertunjukan yang sarat akan makna filosofis dan pesan moral menjadi pungkasan megah rangkaian acara Utsawa Bali Sani di Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, Selasa (29/9/2026). 

Pertunjukan penyalonarangan yang dipersembahkan dalam acara penutupan festival tersebut mengangkat lakon kreasi baru berjudul "Aji Kekereb". Lakon ini merupakan cerita carangan—hasil eksplorasi imajinasi dan inspirasi baru—yang memadukan unsur-unsur esensial dari tradisi Calonarang.  

Koordinator pementasan sekaligus Dosen Pendidikan Seni Tari Keagamaan Hindu Unhi, I Komang Dedi Diana, S.Sn., M.Si., menjelaskan perbedaan mendasar antara pertunjukan Calonarang klasik dengan Penyalonarangan yang disajikan kali ini.

"Ini adalah cerita carangan, makanya di sini dinamakan Penyalonarangan. Kalau Calonarang, dalam cerita itu ada tokoh yang memang bernama Calonarang. Sedangkan Penyalonarangan, unsur-unsur yang ada di Calonarang kita gunakan, kemudian kita buatkan alur ceritanya. Untuk lakon ini, sumber sastranya memang dari imajinasi dan inspirasi saya sendiri yang berjudul Aji Kekereb," ujar Dedi "Tompel".

Lakon "Aji Kekereb" mengisahkan gambaran dinamika kehidupan masyarakat Bali di wilayah Puri Kaleran. Konflik bermula ketika I Dewa Agung Badra yang memegang puncak kepemimpinan bertindak sewenang-wenang. 

Ia gencar memungut upeti dari rakyat, namun hasil pemungutan tersebut tidak dimanfaatkan demi kesejahteraan masyarakat, melainkan untuk kepentingan yang tidak baik hingga menyebabkan rakyat sengsara.  

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top