UPMI Bali Kembali Lahirkan Ratusan Calon Guru Profesional, Total Alumni Tembus 25.573 Orang

IMG-20260818-WA0027
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali menggelar Wisuda Sarjana XLIX dan Magister II di The Meru Sanur, Denpasar, Selasa, 18 Agustus 2026. [foto: IGA. Adnyana]

DENPASAR-fajarbali.com |  Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali menggelar Wisuda Sarjana XLIX dan Magister II di The Meru Sanur, Denpasar, Selasa, 18 Agustus 2026. Dalam sidang senat terbuka yang dipimpin Ketua Senat UPMI Bali, Prof. Dr. I Wayan Widana, S.Pd., M.Pd., itu dilepas sebanyak 237 orang, terdiri atas 231sarjana dan 6 magister. 

Dengan demikian, jumlah alumni sejak era IKIP PGRI Bali hingga UPMI Bali sampai Agustus 2026 sebanyak 25.573 orang. Sebanyak 23.789 alumni IKIP PGRI Bali dan 1.784 orang alumni UPMI Bali. 

Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum., menjelaskan 237wisudawan yang dilepas berasal dari tiga fakultas, yakni Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) sebanyak 67 orang, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) sebanyak 63 orang dan Fakultas Sains dan Teknologi sebanyak 107 orang.

Rektor Suarta mengatakan, wisuda adalah momen ketika semua perjuangan menemukan jawabannya. Rektor mengingatkan para wisudawan agar jangan pernah berani kepada orang tua. Kasih orang tua adaah tulus, adalah cahaya. Ia bukan sekadar pelukan hangat . "Orang tua adalah samudera kasih yang tak pernah habis, kasih mereka tak pernah meminta balas, tetapi ikhlas," kata Suarta. 

Kesuksesan, imbuh Suarta, bukan hanya tentang apa yang diraih, tetapi sejauh mana bermakna bagi orang lain. Menurut Rektor, tantangan yang sesungguhnya ada di luar.  

"Jangan mencari pekerjaan, tapi ciptakan pekerjaan. Gelar ini bukan untuk dipajang tapi untuk dibuktikan dengan karya. Ingat tangkap semua peluang yang ada," tegasnya. 

Sebagai anggota kelompok ahli Gubernur Bali, Prof. Suarta kembali mengajak hadirin untuk mendaftar di UPMI Bali dengan memanfaatkan tawaran beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).

UPMI Bali menyediakan kuota 100 kursi penerima SKSS. "Ini program Gubernur Bali untuk SDM Bali yang unggul. Selain bebas biaya kuliah, juga dapat uang saku Rp 1.400.000/bulan per mahasiswa," kata Prof. Made Suarta.  

BACA JUGA:  PDIP Bali Sebut Partainya Lebih Cepat Ketimbang Birokrasi Dalam Melestarikan Budaya

Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., S.Pd., M.Pd., menegaskan para wisudawan merupakan etalase UPMI Bali, menjadi tulang punggung dan think thank PGRI untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. 

"Hari ini S.Kom tak hanya jadi Sarjana Komputer tapi juga Sarjana Kompetitor. S.Pd. bukan hanya Sarjana Pendidikan, namun Sarjana Percaya Diri. M.Pd., bukan hanya Magister Pendidikan tapi juganMakin Percaya Diri," kata IGB Arthanegara. 

Kepala LLDikti Wilayah VIII, Dr. Ir. IGL. Bagus Eratodi, ST., MT., IPU. ASEAN. Eng., APEC. Eng., menegaskan UPMI Bali memiliki 41 doktor artinya sudah mencapai 32% sehingga sudah melampaui standar. "Artinya mahasiswa di UPMI Bali sudah diampuni oleh SDM yang berkualitas," tandas Eratodi.

Iapun memuji UPMI yang telah melahirkan puluhan ribu pendidik berkualitas, yang mana persebarannya tidak hanya di Bali, tapi seluruh tanah air. 

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Setda Bali, Dr. I Wayan Serinah berpesan kepada wisudawan agar menjadi SDM Bali yang unggul dan berintegritas. "Di balik setiap toga yang dikenakan ada hasil panen yang disisihkan, ada kebutuhan yang ditunda untuk kesuksesan Anda. Jadi jangan lupakan jasa orang tua Anda.," tandas Gubernur. 

Para wisudawan periode ini berasal dari 12 prodi, yakni Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Magister (S2) sebanyak 6 orang, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah (S1) sebanyak 15 orang, Prodi Pendidikan Seni Drama, Tari,dan Musik (S1) sebanyak 37 orang.

Prodi Pendidikan Seni Rupa (S1) sebanyak 9 orang, Prodi Pendidikan Sejarah (S1) sebanyak 8 orang, Prodi Pendidikan Ekonomi (S1)sebanyak 15 orang, Prodi Bimbingan Konseling (S1) sebanyak 40 orang, Prodi Pendidikan Matematika (S1) sebanyak 12 orang, Prodi Pendidikan Biologi (S1)sebanyak 7 orang, Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan1 dan Olah Raga (S1)sebanyak 62 orang, Prodi Teknik Informatika/Informatika (S1) sebanyak 20orang,dan Prodi Sistem Informasi (S1) sebanyak 6 orang. 

BACA JUGA:  Meningkat, 1.894 Shankara Muda Gabung Undiknas University

Wisudawan terbaik masing-masing prodi, yakni I Ketut Budiarta dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dengan IPK 3,96, Ni Luh Widya Antari dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah dengan IPK 3,93, I Komang Yogi Swidarta dari Prodi Pendidikan Sen Rupa dengan IPK 3,94, Magdalena Sitka Desari dari Prodi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik dengan IPK 3,94.

Ni Ketut Linda Dwiyanti dari Prodi Bimbingan dan Konseling dengan IPK 3,92, Ni Ketut Meita Iswari dari Prodi Pendidikan Sejarah dengan IPK 3,93, Ni Putu Srinadi dari Prodi Pendidikan Ekonomi dengan IPK 3,99, Ni Kadek Suci Pratiwi dari Prodi Pendidikan Biologi dengan IPK 3,97, Ni Komang Arik Prasetiawati dari Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Olag Raga dengan IPK 3,90.

I Gusti Ketut Adnyani dari Prodi Pendidikan Matematika dengan IPK 3,99, I Wayan Gede Indra Purnayasa dari Prodi Informatika dengan IPK 3,66, serta I Gusti Ngurah Bagus Mahadhita Pramudya Mandala dari Prodi Sistem Informasi dengan IPK 3,82.Wisudawan terbaik diraih Ni Putu Srinadi Dewi dari Prodi Pendidikan Ekonomi dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,99 (Dengan Pujian) dan I Gusti Ketut Adnyani dari Prodi Pendidikan Matematika dengan IPK 3,99 (Dengan Pujian). 

Saat wisuda juga diberikan penghargaan kepada wisudawan berprestasi. Untuk memeriahkan suasana, turut ditampilkan sejumlah hiburan, yakni pementasan tari kontemporer "Harmoni Nusantara" hasil garapan dosen Prodi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (Sendratasik), dengan koreografer I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn., M.Sn. [gde]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top