PDIP Bali Sebut Partainya Lebih Cepat Ketimbang Birokrasi Dalam Melestarikan Budaya

DENPASAR-fajarbali.com | PDIP Bali terus konsisten dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya Bali. Salah satunya dengan menggelar kegiatan  Lomba Cerdas Cermat (Utsawa Widya Tarka) Susastra Bali ditengah pandemi Covid-19.


PDIP Bali menilai, selama ini belum ada satu pun partai politik yang melakukan hal itu. Bukan hanya partai politik, Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/kota juga belum bisa menggelar kegiatan tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster ketika memberikan sambutan pada final lomba Cerdas Cermat (Utsawa Widya Tarka) Susastra Bali di Sekretariat DPD PDIP, Senin (14/6/2021). 

Lomba cerdas cermat tersebut dibagi menjadi tiga tingkatan, yakni SD, SMP, dan SMA/SMK. Sebelumnya sudah digelar babak penyisihan di masing-masing kabupaten kota di Bali. Para jawara di kabupaten kota lolos ke babak final Lomba cerdas cermat susastra Bali ini yakni  SD 1 Mengwi Kabupaten Badung, SD 6 Gianyar dan SD 4 Subagan Karangasem. 

Baca Juga :
Vaksinasi Belum Penuhi Target, Bupati Jembrana Kecewa
DPRD Bangli Bentuk Lima Pansus, Pembahasan Lima Ranperda Ditarget Tuntas Selama Sepekan

Peserta ditingkat SMP yang masuk ke final yakni SMP Negeri 1 Mendoyo Kabupaten Jembrana, SMP Negeri 2 Semarapura Klungkung dan SMP Negeri 1 Tabanan. Sementara  tingkat SMA yang lolos ke final yakni SMA Negeri 1 Abiansemal Badung, SMK Negeri 1 Amlapura Karangasem dan SMK Sarawati 1 Klungkung.

Menariknya, Koster yang juga Gubernur Bali ini menyentil Dinas Kebudayaan yang kurang tanggap dalam menggelar kegiatan sehingga disalip oleh partai politik. Perlu diketahui, gelaran lomba tersebut merupakan rangkaian dari HUT PDIP ke 48 di tahun 2021. “Langkah partainya lebih cepat ketimbang birokrasi. Ini ideologi partai, instruksi Ketua Umum Partai PDIP Ibu Megawati sudah jelas agar merawat kebudayaan Bali dengan baik,” ujar Koster, Senin (14/06/2021). 

Menurut dia, dirinya mengikuti perjalanan gelaran lomba melalui virtual sejak babak penyisihan. Kata dia, soal-soal yang disampaikan para juri diakui sangat susah. Meski demikian, para peserta lomba mampu menjawab semua soal dan benar. Hal ini menurutnya luar biasa dan lomba cerdas cermat susastra Bali ini, bagian pelaksanakan pembangunan Bali sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali era baru yang didalamnya ada program priorotas guna memperkuat adat istiadat dan seni budaya Bali sebagai warisan leluhur yang adhiluhung. 

Dalam menjaga adat budaya Bali pemerintah Provinsi Bali telah membuat sejumlah Peraturan sebagai landasan hukum yang kuat. Diantaranya Perda 4 tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali dan Perda 4 tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Adat Bali dan Pergub 2019 tentang Penggunaan Busana Adat Bali dan perlindungan penggunaan bahasa dan sastra Bali serta bulan bahasa Bali.

“PDIP  sebagai partai berdasarkan ideologi Pancasila dan ajaran Bung Karno, berkewajiban untuk menjalankan agar adat dan budaya Bali dapat terjaga dengan baik. Bali sangat dikenal diseluruh dan tidak ada yang mengalahkan Bali dalam peradaban Kebudayaan Bali dan ini sebagai kekuatan untuk menjaga peradaban,” pintanya. 

Dalam mengakhiri sambutannya, Gubernur Koster mengingatkan kepada peserta lomba agar pada kehidupan sehari-sehari di rumah tangga dan keluarga hendaknya lebih banyak mempergunakan bahas bali. Kalau mempergunakan bahas inggris hendaknya digunakan pada tempat kerja. “Kalau dirumah gunakan bahasa bali, memanggil orang tua jangan ada sebutan papi dan mama, panggil bape dan meme, kalau yang lebih tua panggil nanang,” imbuhnya dengan ligat Bulelengnya disambut tawa. 

Sementara Ketua Panitia Lomba Cerdas Cermat Utsawa WidyaTarka Susastra Balu, Gusti Ayu Diah Werdhi Sri Kandi mengatakan, PDIP Perjuangan menggelar berbagai kegiatan lomba srrangkaian HUT PDIP ke 48 tahun 2021 ini, sebagai upaya PDIP Bali mengimplementasikan visi misi Gubernur Bali. Sebab, anak muda di zaman sekarang semakin jarang mempergunakan bahasa Bali.

Politisi PDIP asal Jembrana ini mengatakan, dengan era globalisasi sekarang ini dipastikan budaya Bali bisa semakin tergerus. Olehkarenanya dengan cara seperti ini yang dilakukan untuk mengajegkan bahas bali dan ternyata masyarakat dari generasi muda sangat antosias.

Kedepan, PDIP akan terus melaksanakan kegiatan seeperti ini untuk mengajegkan dan melestarikan adat dan budaua Bali.  Bahkan para wakil rakyat juga harus diberikan pelatihan karena mereka sering turun ke masyarakat dan dituntut berbahasa bali halus saat bertatap muka dengan masyarakat. (her)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Astra Financial Relaksasi Kredit Senilai Rp 31 Triliun Kepada 1 Juta Lebih Pelanggan & Dukung Masyarakat Indonesia di Masa Pandemi

Rab Jun 16 , 2021
Jakarta-fajarbali.com | Semenjak pandemi COVID-19 merebak di awal tahun 2020, kondisi perekonomian nasional lambat laun merasakan dampak negatifnya. Dimulai dengan adanya pembatasan mobilitas penduduk, terciptanya pengurangan laju konsumsi masyarakat, dan perlambatan laju pertumbuhan ekonomi. Situasi ini tentunya memberatkan masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, pada Maret 2020, Pemerintah mengumumkan serangkaian kebijakan stimulus […]

Berita Lainnya