DBS Treasures catat pertumbuhan laba 289 persen, perkuat layanan wealth management berbasis advisory

Dari kiri : Head of Investment & Insurance Product PT Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo, Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom, dan Head of Consumer Banking Segment & Liabilities Product PT Bank DBS Indonesia Natalina Syabana berfoto bersama dalam acara media gathering Bank DBS Indonesia di Jakarta, Kamis (18/6/2026). Bank DBS Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai mitra tepercaya untuk wealth management melalui pendekatan advisory-led dan insight-driven yang mendukung nasabah mengelola kekayaan serta mengambil keputusan finansial dengan lebih percaya diri.
JAKARTA-fajarbali.com | PT Bank DBS Indonesia melalui layanan DBS Treasures mencatat kinerja positif di segmen pengelolaan kekayaan (wealth management) dengan membukukan pertumbuhan Net Profit After Tax (NPAT) sebesar 289 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga Mei 2026. Capaian tersebut melampaui target anggaran yang ditetapkan perusahaan sebesar 157 persen.   Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan jumlah nasabah baru sebesar 73 persen YoY, sejalan dengan target pertumbuhan yang telah ditetapkan. Di saat yang sama, tingkat penetrasi produk investasi (wealth penetration) tetap terjaga stabil.   Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom, mengatakan perubahan perilaku nasabah affluent dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian utama perusahaan, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan tingginya volatilitas pasar global. “Dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat perubahan perilaku nasabah affluent yang semakin signifikan terutama pada kondisi pasar yang dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik dan volatilitas global. Situasi ini menjadi perhatian utama kami, dan secara konsisten kami mengedepankan strategi wealth management yang berbasis insight yang objektif, komprehensif, berorientasi pada peluang, dapat ditindaklanjuti, serta relevan dengan pendekatan personal yang berpusat pada nasabah,” ujar Melfrida. Kondisi pasar sepanjang tahun lalu hingga awal 2026 diwarnai tekanan yang cukup besar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami koreksi hampir 30 persen hingga Mei 2026, disertai arus keluar modal asing yang mencapai sekitar Rp41,16 triliun. Meski demikian, Bank DBS Indonesia tetap mampu mencatat pertumbuhan bisnis yang didorong meningkatnya kepuasan nasabah. Perusahaan menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari strategi rekomendasi portofolio yang lebih personal melalui integrasi wawasan investasi regional dari Chief Investment Office (CIO) DBS dan pemanfaatan teknologi machine learning dalam pendampingan investasi.
BACA JUGA:  Perkuat Perekonomian Daerah Pemkot Denpasar Gelar Seminar Gandeng PT. SMI
  Atas kinerja tersebut, Bank DBS Indonesia meraih penghargaan Best Private Bank 2026 dari FinanceAsia. Pengakuan itu melengkapi pencapaian CIO DBS yang sebelumnya dinobatkan sebagai Best CIO in Asia oleh The Asset Triple A. Fokus pada diversifikasi dan aset defensif Head of Investment & Insurance Product PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, menilai kondisi pasar global masih akan menghadapi tantangan akibat dinamika geopolitik, kebijakan perdagangan, serta inflasi yang masih berada di atas target bank sentral Amerika Serikat.   Meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi pada paruh kedua 2026, peluang investasi jangka panjang dinilai masih terbuka. “Tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan bagi pasar global akibat tingginya ketidakpastian, penyesuaian suku bunga, dan persaingan yang semakin ketat. Memasuki paruh kedua 2026, volatilitas diperkirakan tetap tinggi, namun peluang strategis masih terbuka bagi investor berorientasi jangka panjang. Dalam kondisi pasar yang kompleks ini, CIO Office DBS mengedepankan pendekatan conviction-led yang berfokus pada strategi diversifikasi investasi yang jelas dan dapat ditindaklanjuti,” kata Djoko. Salah satu strategi investasi yang menjadi fokus CIO DBS adalah mempertahankan posisi overweight pada emas sebagai instrumen defensif. Langkah tersebut didukung meningkatnya permintaan investasi emas secara global maupun di Indonesia sepanjang kuartal I 2026. Sejalan dengan strategi tersebut, Bank DBS Indonesia menghadirkan akses investasi ke pasar emas global melalui Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) dengan minimum investasi Rp5 miliar. Selain itu, perusahaan juga meluncurkan 16 produk investasi baru yang telah dikurasi untuk memperkuat ketahanan portofolio nasabah sekaligus memperluas pilihan investasi di berbagai kondisi pasar. Integrasikan AI untuk layanan personal Dalam memperkuat layanan kepada nasabah, Bank DBS Indonesia mengintegrasikan insight global dari CIO regional dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan machine learning guna menghasilkan rekomendasi investasi yang lebih personal.
BACA JUGA:  Lebih dari Sekadar Jalan Santai, PET KINGDOM Bawa Semangat 'Fun Care Bonding' ke Pulau Dewata
Informasi investasi tersebut disampaikan melalui WhatsApp dan email, kemudian dibahas bersama Relationship Manager sebelum disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan finansial masing-masing nasabah. Selanjutnya, transaksi dapat dilakukan melalui aplikasi DBS digibank yang tersedia selama 24 jam. Head of Consumer Banking Segment & Liabilities Product PT Bank DBS Indonesia, Natalina Syabana, mengatakan pendekatan tersebut diwujudkan melalui kampanye “Mitra Tepercaya untuk Setiap Tujuan Anda”. “Pendekatan DBS Treasures dalam melayani nasabah diwujudkan melalui kampanye bertajuk ‘Mitra Tepercaya untuk Setiap Tujuan Anda’ dan dilakukan melalui insights-driven wealth management dengan highly-personalized advisory serta rangkaian diskusi pakar yang berorientasi pada pertumbuhan kekayaan global secara berkelanjutan hingga generasi penerus,” ujarnya. Natalina menambahkan, DBS Treasures juga menghadirkan program eksklusif seperti DBS Expert Connection dan DBS NextGen Excursion yang dirancang untuk mendukung pengembangan bisnis dan kesiapan generasi penerus menghadapi berbagai tren masa depan, mulai dari inovasi disruptif, kecerdasan buatan, aset digital, hingga praktik bisnis berkelanjutan.   Ke depan, Bank DBS Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan strategi investasi yang dipersonalisasi, didukung insight global dan solusi inovatif guna membantu nasabah mengembangkan aset jangka panjang serta menghadapi dinamika ekonomi dengan lebih percaya diri. (dj)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top