Edukasi Perawatan Masa Nifas< Tingkatkan Kesiapan Ibu Hamil Hadapi Pascapersalinan

IMG-20260804-WA0016
KELAS ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas III Denpasar Selatan, yang dilakukan Tim Pengabdi Poltekkes Kemenkes Denpasar. [foto:ist]

DENPASAR-fajarbali.com | Masa postpartum merupakan periode yang rentan terhadap berbagai komplikasi, baik secara fisik maupun psikologis. Komplikasi yang sering terjadi meliputi perdarahan, infeksi, gangguan laktasi, serta masalah kesehatan mental seperti baby blues dan depresi postpartum.

Selain itu, masa postpartum juga menjadi periode penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan bayi, namun tingkat keberhasilannya masih rendah.

Berangkat dari hal tersebut, Tim Pengabdi dari Poltekkes Kemenkes Denpasar menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) bertema “Edukasi Perawatan Masa Nifas sebagai Upaya Peningkatan Kesiapan Ibu Hamil Menghadapi Pascapersalinan di Wilayah Kerja Puskesmas III Denpasar Selatan".

Ketua Tim sekaligus pemateri edukasi Nengah Runiari, S.Kp, S.Pd, M.Kep,Sp.Mat, mengungkapkan, kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai perawatan pasca partum merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya risiko komplikasi tersebut.

"Pengetahuan yang tidak memadai dapat menyebabkan ibu tidak mampu mengenali tanda bahaya, tidak melakukan perawatan diri dengan benar, serta kurang siap secara mental dalam menghadapi perubahan setelah persalinan," kata Runiari didampingi anggota pengabdi Ni Made Juniari, S.Kep., Ners., M.Kep.

"Edukasi postpartum pada ibu hamil merupakan upaya promotif dan preventif yang efektif untuk meningkatkan kesiapan ibu dalam menghadapi masa nifas," jelas Runiari.

Melalui edukasi yang terstruktur, ia berharap ibu hamil dapat memahami berbagai aspek penting seperti perawatan luka, nutrisi, manajemen laktasi, mobilisasi dini, serta tanda bahaya postpartum.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top