DENPASAR-fajarbali.com | Rangkaian Wimbakara (Lomba) dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 kembali menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengaktualisasikan bakat seni mereka.
Kali ini, sebanyak 107 siswa sekolah dasar (SD) kelas I hingga III dari berbagai kabupaten/kota se-Bali berkumpul untuk mengikuti Lomba Mewarnai yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.
Mengangkat tema sentral PKB XLVIII, yakni “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” (Memuliakan Jiwa Paripurna), ajang ini tidak hanya sekadar kompetisi visual, melainkan juga wahana untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai luhur kearifan lokal serta doktrin kehidupan asli Bali sejak dini kepada anak-anak.
Koordinator Lomba Mewarnai PKB XLVIII, Putu Yoga, menyampaikan bahwa dari total kuota maksimal 200 peserta yang disediakan panitia, sebanyak 107 peserta hadir dan berkompetisi langsung hari ini. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti lomba.
"Jadi, dalam lomba mewarnai ini, kuota kita sebenarnya adalah 200 orang dan yang hadir hari ini ada 107 orang peserta dari seluruh Bali. Pesertanya diikuti oleh anak-anak kelas 1 sampai 3 SD," ujar Putu Yoga saat ditemui di lokasi lomba.
Putu Yoga menambahkan bahwa materi visual yang diwarnai oleh para peserta sudah disediakan langsung oleh pihak panitia dalam ukuran kertas A3. Desain gambar tersebut pun telah diselaraskan dengan tema besar PKB tahun ini. Meski demikian, para peserta diberikan kebebasan penuh untuk mengeksplorasi kreativitas mereka dengan teknik pewarnaan menggunakan media krayon, termasuk diperbolehkan menambahkan ornamen gambar latar yang relevan.
"Untuk gambar sudah kami sediakan dari panitia, jadi anak-anak itu tinggal mewarnai saja sesuai bagaimana kreativitas mereka," ujarnya.
Terkait proses penjurian, Putu Yoga memaparkan ada tiga aspek utama yang menjadi parameter penilaian tim juri secara umum, yaitu gagasan dan kreativitas (bobot 35-40 poin), teknik mewarnai (bobot 15-30 poin), serta kerapian dan kebersihan (bobot 25-30 poin).
Dari proses penilaian ketat tersebut, tim juri akan menentukan enam karya terbaik. "Untuk juara, kami memilih Juara I, II, dan III, serta Juara Harapan I, II, dan III," imbuhnya.
Berbeda dengan beberapa kategori lomba lain yang pengumumannya ditunda, hasil evaluasi dan pemenang Wimbakara Mewarnai ini direncanakan langsung diumumkan pada hari yang sama setelah proses penjurian selesai. Langkah ini diambil karena agenda penutupan PKB XLVIII masih menyisakan waktu sekitar satu bulan ke depan, meski prosesi penyerahan hadiah berupa piagam dan uang tunai secara resmi tetap akan dilangsungkan pada malam penutupan PKB XLVIII Tahun 2026.
Melalui pelaksanaan lomba ini, Pemerintah Provinsi Bali berharap dapat terus memantik konsistensi pelestarian seni rupa dari tingkat dasar, sekaligus mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali sebagai pusat peradaban dunia (Bali Padma Bhuana).










