PKB XLVIII Dikemas Lebih Inovatif, Bertema Penyucian Jiwa Libatkan Puluhan Ribu Seniman

IMG-20260430-WA0004
Salah satu pertunjukan gong kebyar pada PKB XLVII tahun 2025. (foto: ist/ilustrasi).

DENPASAR-fajarbali.com | Kesiapan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 tahun 2026 kian matang. Ajang seni budaya tahunan ini dipastikan melibatkan sekitar 20 ribu seniman dari seluruh Bali hingga partisipan luar daerah dan mancanegara.

PKB XLVIII dijadwalkan berlangsung selama hampir satu bulan, yakni mulai 13 Juni hingga 11 Juli 2026.

Kurator PKB XLVIII, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, menjelaskan bahwa tema yang diusung tahun ini adalah Atma Kerthi Jiwa Sidha Parisudha yang bermakna memuliakan dan menyucikan jiwa menuju kesempurnaan.

Menurutnya, tema tersebut memberikan ruang luas bagi seniman dalam mengeksplorasi beragam narasi. Mulai dari kisah tradisional tentang penyucian jiwa, petuah kehidupan, hingga cerita yang mengandung unsur humor, romantisme, dan nilai filosofis Bali.

“Tema ini fleksibel. Seniman bisa mengangkat berbagai cerita, termasuk kisah klasik yang sarat makna penyucian jiwa, lengkap dengan pepatah, romansa, hingga pesan moral,” ujar Prof. Arya disela rapat persiapan PKB, Rabu (29/4).

Proses kurasi karya pun dilakukan secara selektif. Para peserta yang mengajukan diri terlebih dahulu mempresentasikan konsep garapan, kemudian diseleksi oleh tim kurator untuk menentukan karya yang layak tampil dalam PKB. Sementara karya yang belum terpilih akan diarahkan ke ruang apresiasi lainnya.

Dari sisi program, PKB XLVIII tetap menghadirkan 10 materi pokok, meliputi pawai, pergelaran, lomba, workshop, sarasehan hingga pameran. Selain itu, penguatan partisipasi internasional serta keterlibatan seniman luar Bali juga menjadi perhatian.

Tak hanya menjadi panggung seni, PKB tahun ini juga mengangkat isu sosial aktual. Salah satunya melalui seminar yang membahas fenomena meningkatnya kasus bunuh diri di kalangan generasi muda Bali, ditinjau dari perspektif budaya dan seni sebagai bagian dari refleksi penyucian jiwa.

BACA JUGA:  Baligrafi Bali Butuh Regulasi Fleksibel, Agar Diminati Generasi Muda

“PKB bukan hanya hiburan, tapi juga ruang refleksi. Isu kesehatan mental akan dibedah untuk mencari akar persoalan dan solusi,” jelasnya.

Dengan jadwal yang telah difinalisasi dan persiapan yang hampir rampung, PKB XLVIII diharapkan menjadi momentum penguatan jati diri masyarakat Bali sekaligus pelestarian budaya melalui seni. (rel)

 

 

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top