PJJ Manajemen Undiknas Cetak Sarjana Pertama, Bukti Kuliah Fleksibel untuk Pekerja Profesional

IMG-20260604-WA0013
(Kiri-kanan) - Dekan FEB Undiknas, Dr. Desak Made Febri Purnama Sari, S.E., M.M bersama Ni Made Indah Dwi Lestari dan Ketua Program Studi PJJ Manajemen, I Gusti Ayu Agung Istri Dinda Larasshanti Jelantik, S.M.,MIB

DENPASAR - fajarbali.com | Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) resmi melahirkan lulusan sarjana pertamanya sejak program tersebut dibuka pada tahun 2022.

Lulusan pertama tersebut adalah Ni Made Indah Dwi Lestari (28), seorang pekerja profesional yang saat ini menjabat sebagai Supervisor Pax and Baggage Handling Officer di PT Gapura Angkasa. Indah berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana Manajemen dengan total 144 SKS dalam waktu empat tahun.

Indah mengaku sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan Undiknas sangat membantunya dalam menyeimbangkan antara pekerjaan dan perkuliahan.
“Selama kuliah di PJJ Manajemen Undiknas saya merasa sangat terbantu karena pekerjaan saya menggunakan sistem shift. Saya bisa lebih fleksibel mengatur jadwal kerja dan kuliah,” ujarnya usai mengikuti yudisium, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, dukungan dari dosen maupun pengelola program studi menjadi salah satu faktor yang membuat proses studinya berjalan lancar.
“Ketika ada kendala, dosen, kaprodi, hingga dekan selalu responsif membantu. Itu yang membuat saya bisa menyelesaikan studi tepat waktu,” katanya.

Ia pun merekomendasikan program tersebut bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan.
“Program ini sangat cocok bagi mereka yang tidak bisa hadir langsung ke kampus tetapi tetap ingin memperoleh gelar sarjana,” imbunya.

Sementara itu, Ketua Program Studi PJJ Manajemen FEB Undiknas, I Gusti Ayu Agung Istri Dinda Larasshanti Jelantik, S.M.,MIB, mengatakan yudisium kali ini menjadi momen bersejarah karena merupakan yudisium pertama sejak program studi tersebut berdiri.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Kehadiran lulusan pertama menunjukkan bahwa sistem pembelajaran yang kami bangun mampu berjalan dengan baik dan menghasilkan lulusan berkualitas,” ujarnya.

BACA JUGA:  Perjalanan Karir Dr. Made Sudiksa; Dari Karyawan hingga Dosen Kualifikasi Doktor

Dinda menjelaskan, saat ini PJJ Manajemen memiliki sekitar 190 mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Bali maupun luar Bali. Bahkan beberapa mahasiswa mengikuti perkuliahan sambil bekerja di luar negeri.

“Mahasiswa kami berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang bekerja di Bali, luar daerah, bahkan ada yang bekerja di Maldives. Program ini memang dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi mereka yang sudah bekerja,” jelas Dinda.
Ia menambahkan, sistem pembelajaran dilakukan secara asinkronus melalui Learning Management System (LMS), sehingga mahasiswa dapat mengakses materi, video pembelajaran, dan tugas kapan pun sesuai jadwal masing-masing.Meski berbasis daring, proses pembelajaran tetap diawasi secara ketat.

“Jangan berpikir kuliah online itu lebih mudah. Aktivitas mahasiswa tetap dipantau, mulai dari kehadiran, tugas, hingga capaian pembelajaran. Semua proses belajar tetap terukur,” tegasnya.

Dalam waktu dekat, PJJ Manajemen Undiknas juga diperkirakan akan kembali meluluskan puluhan mahasiswa.
“Kami memperkirakan sekitar 50 mahasiswa akan menyelesaikan studi pada periode wisuda berikutnya. Semoga seluruh prosesnya berjalan lancar,” katanya.

Dekan FEB Undiknas, Dr. Desak Made Febri Purnama Sari, S.E., M.M., menegaskan bahwa PJJ Manajemen merupakan program sarjana yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya kalangan pekerja yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan profesinya.

Menurutnya, minat masyarakat terhadap program ini terus meningkat dari tahun ke tahun karena menawarkan fleksibilitas waktu belajar tanpa mengurangi kualitas akademik.
“Mahasiswa tetap memperoleh pendidikan yang sama sesuai standar akademik perguruan tinggi, hanya metode pembelajarannya yang berbeda karena dilakukan secara daring,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini terbuka untuk semua kalangan tanpa batasan usia, selama calon mahasiswa memiliki komitmen belajar dan mampu memanfaatkan teknologi pembelajaran yang tersedia. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top