Strategi Solia Legian Bali Perkuat Branding Bintang Empat dan ISO 9001:2015 Melalui Ajang BBTF 2026

2026-05-31-at-20.43.01
Stand Solia Legian Bali dalam event Bali and Beyond Travel Fair  (BBTF) 2026.

MANGUPURA-fajarbali.com | Solia Legian Bali secara aktif mengambil langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasarnya dengan kembali berpartisipasi dalam ajang Bali and Beyond Travel Fair  (BBTF) 2026. Keikutsertaan ini terbukti efektif dalam mendongkrak citra hotel di mata pelaku industri pariwisata. Melalui ajang bergengsi ini, pihak manajemen berhasil mendapatkan umpan balik yang positif serta menjangkau segmen pasar yang jauh lebih beragam, baik dari skala domestik maupun internasional.

Branding dan pemosisian produk yang kuat menjadi keuntungan utama yang dirasakan oleh Solia Legian Bali selama pameran berlangsung. Kehadiran mereka di BBTF 2026 berhasil menarik perhatian sejumlah agensi ground handling lokal di Bali serta para agen perjalanan (engine) baru yang langsung berkomitmen untuk bekerja sama. Hubungan kemitraan yang produktif ini diyakini akan terus mendatangkan volume produksi kamar yang signifikan pasca-acara.

Eksistensi Solia Legian Bali sebagai hotel bintang empat yang kompetitif bukan sekadar klaim sepihak. Selama dua tahun terakhir, hotel ini secara konsisten membuktikan kualitas layanannya demi mempertahankan kepercayaan pasar. Keunggulan operasional ini semakin diperkuat dengan keberhasilan hotel dalam meraih sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System) yang berstandar internasional.

Sertifikasi prestisius tersebut menjadi bukti nyata dedikasi manajemen dalam menjamin mutu, baik dari segi fasilitas fisik maupun sistem pelayanan berkelanjutan. Dengan adanya standarisasi ini, Solia Legian Bali optimistis mampu bersaing ketat di kawasan Legian dengan menawarkan fasilitas yang lebih unggul. Jaminan mutu manajemen ini memberikan kepastian bagi para mitra bisnis bahwa setiap tamu akan mendapatkan pengalaman menginap terbaik.

Antusiasme terhadap produk Solia Legian Bali terlihat jelas dari profil pengunjung stan mereka di BBTF 2026. Negara Australia terpantau masih mendominasi minat kunjungan, disusul oleh pasar potensial baru dari benua Afrika. Tidak hanya itu, sejumlah negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Kamboja, dan Myanmar juga menunjukkan ketertarikan yang tinggi untuk menggarap potensi bisnis dengan hotel ini.

BACA JUGA:  Kolaborasi Yacht Sourcing dan Black Stone Yacht Club Dorong Memajukan Pariwisata Maritim di Pulau Dewata

Director of Sales & Marketing Solia Legian Bali, Kadek Sasmiari Dewi, mengungkapkan bahwa performa tingkat hunian (okupansi) hotel saat ini berada dalam tren yang sangat positif. “Pasar Australia masih menduduki posisi nomor satu, yang kemudian diikuti oleh Korea Selatan di peringkat kedua, serta dilengkapi oleh kunjungan dari Malaysia, Singapura, dan Italia. Memasuki kuartal kedua tahun ini, tepatnya sejak April, tingkat okupansi Solia Legian Bali telah stabil menyentuh angka 80%, sebuah pencapaian yang mencerminkan ketangguhan performa bisnis di tengah ketatnya persaingan pasar global,” ungkapnya. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top