Fishum UNR Gunakan Pendekatan Partisipatif Tekan Persoalan Sampah di Pasar Tradisional

IMG-20260530-WA0031
Fishum UNR menyerahkan bantuan pendukung kebersihan di Pasar Yadnya, Blahbatuh, Gianyar, Sabtu (30/5/2026) dalam skema PkM “Membangun Budaya Minim Plastik di Pasar Melalui Pendekatan Sosialisasi Partisipatif”.

GIANYAR-fajarbali.com | Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (Fishum) Universitas Ngurah Rai (UNR) terus aktif hadir di tengah-tengah masyarakat, melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Pada kesempatan kali ini, Fishum UNR melaksanakan PkM di Pasar Yadnya, Blahbatuh, Gianyar, Sabtu (30/5/2026) dengan mengusung tema “Membangun Budaya Minim Plastik di Pasar Melalui Pendekatan Sosialisasi Partisipatif”.

Kegiatan ini sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pilar ke tiga, yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat. PKM kali ini melibatkan 17 dosen, 105 mahasiswa, alumni, serta berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, Desa Blahbatuh, Komunitas BumiKita dan Sabtu Ceria.

Dekan Fishum UNR, Dr. Ida Ayu Putu Sri Widnyani, S.Sos., M.A.P., menjelaskan, bahwa kegiatan ini sebagai implementasi penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus Tri Hita Karana, terutama dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan alam dan lingkungan (palemahan). Kegiatan PKM ini rutin dilaksanakan setiap semester.

Kegiatan ini merupakan langkah kecil untuk bisa mengedukasi para pedagang dan pembeli yang ada di pasar, agar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Terkait dipilihnya pasar tradisional, ia menambahkan, bahwa pasar merupakan tempat interaksi sosial dan budaya antara pedagang dan pembeli.

Selain itu, pasar menjadi salah satu tempat penghasil sampah yang sangat tinggi.
Dekan menambahkan, Fishum UNR sangat getol menggarap isu-isu lingkungan.

Bahkan sebelum carut-marut persoalan sampah seperti saat ini pun, Fishum UNR telah menginisiasi teba modern dan praktik pembuatan eco enzym.

"Fishum UNR telah menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas pegiat lingkungan di Bali. Kegiatan berbasis lingkungan telah kami terapkan dalam pengabdian bersama institusi lain di luar Bali. Jadi bukan baru kali ini," jelas Ida Ayu Sri Widnyani.

BACA JUGA:  ITDC dan Tahura Ngurah Rai Tanam 320 Mangrove, Langkah Nyata "Road to The Nusa Dua Festival 2025" Lebih Hijau

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar I Wayan Subawa mengatakan, partisipasi aktif dari masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga lingkungan saat ini. Kegiatan PKM ini sejalan dengan program yang dimiliki DLH Gianyar, yaitu Peningkatan Peran Aktif Masyarakat (PPAM) untuk mencintai lingkungan dengan mengurangi pemakaian plastik sekali pakai.

“Termasuk juga peran aktif masyarakat dalam memilah sampah dengan baik dan benar. Kegiatan kampus ini memang harapan kami dari dulu, untuk terjun ke masyarakat dalam membantu peran pemerintah, khususnya mempercepat penanganan sampah,” ungkapnya.

Perbekel Desa Blahbatuh, Gede Satya Kusuma mengungkapkan, kegiatan tentu memberi dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan di desa Blahbatuh. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Bali, dalam membatasi penggunaan plastik sekali pakai.

“Bagaimana pun juga, sampah plastik sangat sulit terurai. Selain itu, sampah plastik tentu akan merusak lingkungan. Di Blahbatuh, kita sudah berupaya untuk menangani permasalahan sampah, dengan membentuk bank sampah di masing-masing banjar,” tegasnya.

Pihaknya juga membantu pembuatan Teba modern di 12 banjar yang ada. Ia berharap untuk sampah organik bisa diselesaikan di sumbernya agar tidak membebani tempat pembuangan akhir. 

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Bumi Kita Nusantara, I Wayan Aksara menilai, bahwa kegiatan ini sebagai langkah berani Fishum UNR dalam menggelar aksi di sumber masalah.

Sampai saat ini, ia bersama komunitas yang lain masih kesulitan dalam menerapkan gaya hidup yang minim sampah di pasar tradisional. Kegiatan diharapkan dapat berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai.

Hal senada diungkapkan Kepala Pasar Yadnya, I Ketut Citrawan. Dikatakan, bahwa upaya penanganan sampah di Pasar Yadnya yaitu dengan memilah sampah secara berkala setiap hari. Selain itu, edukasi kepada pedagang dan pembeli juga sering dilakukan melalui pengeras suara, serta melaksanakan kegiatan Sabtu Resik.

BACA JUGA:  Bawaslu Badung dan Relawan Kawan Alam Serukan Kesadaran Lingkungan Pesisir

Setiap hari, lanjut Citrawan, pasar yang berdampingan dengan pasar relokasi di sebelah menghasilkan rata-rata 1-1,5 ton sampah, didominasi sampah organik. Jumlah sampah tersebut dihasilkan oleh hampir 500 lapak pedagang.

Pada kesempatan kali ini, Fishum UNR menyerahkan beberapa bantuan, seperti papan informasi tentang bahaya sampah plastik, tong sampah, dan kantong belanja ramah lingkungan.

Sepanjang kegiatan, tim PkM berhasil mengumpulkan beberapa karung sampah plastik. Selanjutnya diserahkan ke bank sampah desa setempat. (rel)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top