Resmi Dibuka, Festasada Jadi Wadah Strategis Pelestarian Seni

DSC08088
Pembukaan Festasada yang ditandai dengan mengoncang

BULELENG-fajarbali.com | Festival Seni Adat dan Budaya Sukasada (Festasada) kembali menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian serta pengembangan kekayaan seni, adat, dan budaya lokal di Kecamatan Sukasada.

“Festasada Tahun 2026 menjadi wadah yang sangat strategis untuk menampilkan, melestarikan, sekaligus mengembangkan potensi seni, adat, dan budaya yang ada dikawasan Kecamatan Sukasada,”jelas Bupati Sutjidra dalam memberikan sambutan dalam pembukaan Festasada Tahun 2026, di RTH Taman Bung Karno (TBK) dengan ditandai dengan mengoncang, Jumat (17/4/2026).

lebih lanjut, Bupati Sutjidra  menambahkan bahwa Festasada tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga berperan sebagai ruang edukasi, promosi daerah, serta penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Pemerintah Kabupaten Buleleng pun memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan ini sebagai bagian dari pembangunan daerah berbasis potensi lokal.

“Saya berharap melalui kegiatan ini akan tumbuh semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para pelaku seni budaya untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya yang kita miliki,” ungkapnya.

pada kesempatan ini, dirinya juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Festasada, mulai dari panitia, seniman, hingga masyarakat, Ia berharap festival ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang mampu menarik minat wisatawan serta meningkatkan perekonomian masyarakat Buleleng pada umumnya.

“Dengan semangat kebersamaan, Festasada diharapkan mampu memperkuat jati diri masyarakat Sukasada sekaligus menjadi etalase budaya yang membanggakan bagi Kabupaten Buleleng”, tutup Sutjidra.

Sementara, Plt. Camat Sukasada, I Komang Budiarsana, menyebut festival ini menjadi momentum kebangkitan seni budaya di Kecamatan Sukasada setelah sempat vakum sejak 2020.

"Kami ingin membangkitkan kembali seni dan budaya Sukasada yang adiluhung dan menjadi kebanggaan bersama masyarakat Buleleng," ujarnya.

Beragam pertunjukan seni khas daerah akan ditampilkan, mulai dari Tari Selat Segara, baleganjur, hingga kesenian unik seperti menggoak-goakan dari Desa Panji, Rejang Renteng, serta Burdah dari Desa Pegayaman yang mencerminkan akulturasi budaya. @gus

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top