KKN Unwar Dukung “Smart Village Bali” Desa Angantaka, Dimulai dari Kesadaran Lingkungan 

IMG-20260303-WA0001
Sosialisasi “Peningkatan Pemahaman Masyarakat Melalui Edukasi Pemilahan dan Pengelolaan Sampah" di Desa Angantaka, Badung oleh mahasiswa KKN Unwar.

MANGUPURA-fajarbali.com | Sebagai upaya mendukung tema “Smart Village Bali: Penguatan Sistem Pengelolaan Sampah, Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan untuk Mendukung SDGs”, di Desa Angantaka, Abiansemal, Badung, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Warmadewa (Unwar) melalukan program kerja “Peningkatan Pemahaman Masyarakat Melalui Edukasi Pemilahan dan Pengelolaan Sampah di Desa Angantaka”, belum lama ini.

Di bawah bimbingan dosen Dr. AA Media Martadiani, SE., MM., kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

"Program ini bertujuan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar mampu memilah sampah organik dan anorganik secara mandiri serta memahami langkah pengelolaan sampah yang tepat dan berkelanjutan," jelas Martadiani.

Kegiatan menghadirkan dua nara sumber. Yakni Komang Sudiarta, Founder Komunitas Malu Dong Buang Sampah Sembarangan, dengan materi tentang pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Membuang sampah sembarangan merupakan salah satu faktor utama penyebab pencemaran lingkungan, serta dapat menimbulkan dampak negatif seperti banjir, bau tidak sedap, dan menurunnya kualitas kesehatan masyarakat," kata Sudiarta sembari mengajak warga menerapkan budaya malu membuang sampah sembarangan serta membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik.

Nara sumber kedua, Ir. I Gede Sutapa, MP, Dosen Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Unwar memaparkan materi tentang pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan di tingkat desa.

Sutapa menjelaskan, sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi pertanian dan tanaman rumah tangga, sedangkan sampah anorganik dapat dipilah dan dikelola melalui bank sampah maupun proses daur ulang.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada kebersihan, namun juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat apabila dilakukan secara terstruktur dan konsisten.

BACA JUGA:  Tunjang Pariwisata, PUPR Badung Garap Penataan Pantai dan Sungai

Diskusi berlangsung aktif dan interaktif, sehingga kegiatan edukasi ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi forum pembelajaran bersama bagi masyarakat Desa Angantaka. Pertanyaan dari warga terkait pengolaan sampah membuat suasana makin dialogis.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Angantaka dapat lebih memahami bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Edukasi ini juga menjadi langkah awal dalam mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih serta mewujudkan konsep Smart Village yang berkelanjutan.

Program ini disebut sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top