DENPASAR - fajarbali.com | Digitalisasi perlahan namun pasti mulai mengubah wajah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Bali. Jika sebelumnya BUMDes lebih dipahami sebagai lembaga ekonomi desa yang bergerak secara konvensional dan terbatas pada pasar lokal, kini teknologi digital membuka ruang transformasi yang jauh lebih luas. Di berbagai desa, digitalisasi tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga sebagai upaya memperbaiki tata kelola, meningkatkan transparansi, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan usaha desa.
Sejumlah BUMDes di Bali menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital mampu meningkatkan efisiensi sekaligus daya saing usaha desa. BUMDes Kerta Sari Utama Desa Kertalangu Kesiman Denpasar, misalnya, mengembangkan aplikasi berbasis Android yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai produk dan layanan BUMDes secara langsung melalui telepon pintar. Melalui aplikasi tersebut, warga dapat melihat katalog produk, melakukan pemesanan, memilih metode pembayaran, hingga menikmati layanan antar.
Inovasi ini tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mengubah pola interaksi antara BUMDes dan masyarakat desa. BUMDes tidak lagi dipersepsikan sebagai unit usaha yang kaku dan birokratis, melainkan sebagai penyedia layanan ekonomi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern. Digitalisasi yang diterapkan BUMDes Kerta Sari Utama juga menunjukkan bahwa usaha desa dapat menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus meninggalkan basis lokalnya.










