SINGARAJA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Semakin Merebaknya kasus rabies di Kabupaten Buleleng, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng melakukan berbagai upaya untuk mencegah perkembangan kasus yang di sebabkan oleh gigitan anjing yang terjangkit virus anjing gila tersebut.
Salah satu upaya yang dilkukan oleh Pemkab Buleleng adalah dengan melakukan vaksinasi massal. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng Ir. I Made Sumiarta, saat di temui di ruang kerjanya, Rabu,(27/2/2019) mengungkapkan, vaksinasi massal terhadap anjing akan dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 2019 mendatang.
"Sasaran utama dari vaksinasi massal itu adalah anjing peliharaan warga, dengan menyasar seluruh desa yang ada di Buleleng. Nantinya, dalam vaksinasi massal tersebut akan melibatkan beberapa tim yang tersebar di sembilan kecamatan. Tim tersebut terdiri dari vaksinator, pencatat dan penangkap anjing serta menyiapkan logistik dan operasional vaksin," katanya.
Mantan Kabag Umum Setda Buleleng ini menjelaskan, untuk rencana pelaksanaan vaksinasi massal tahun ini, terlebih dahulu dirinya akan melakukan kordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan tempat pelaksanaannya. Nantinya lokasi akan diprioritaskan pada desa-desa yang merupakan zona merah. Saat ini di Buleleng kurang lebih ada 38 desa yang menjadi zona merah, dan Dinas Pertanian sudah menyiapkan vaksin dengan target minimal 71.000 vaksin dengan anggaran dari APBD Kabupaten Buleleng, APBD Provinsi serta dana dari APBN.










