75 Kader dan Wanita Usia Subur Desa Seraya, Ikuti Pelatihan Deteksi Dini Kanker Serviks 

IMG-20260607-WA0023
Sebanyak 75 kader kesehatan dan Wanita Usia Subur (WUS) dari Desa Seraya, Kecamatan/Kabupaten Karangasem, mengikuti kegiatan pelatihan deteksi dini kanker serviks. (IST)

AMLAPURA-fajarbali.com | Sebanyak 75 kader kesehatan dan Wanita Usia Subur (WUS) dari Desa Seraya, Kecamatan/Kabupaten Karangasem, mengikuti kegiatan pelatihan deteksi dini kanker serviks selama dua hari.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Poltekkes Kemenkes Denpasar yang berjudul "Empowerment Kader dan Wanita Usia Subur dalam Deteksi Dini Pencegahan Ca Cerviks dengan Metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA)."

Kegiatan ini diprakarsai oleh Dr. Sri Rahayu, S.Tr.Keb., S.Kep., Ners, M.Kes., selaku Ketua bersama dua anggota tim, yaitu Bdn. Ni Ketut Somoyani, SST., M.Biomed dan Bdn. Gusti Ayu Eka Utarini, SST., M.Kes., didampingi empat mahasiswa sebagai tenaga lapangan.

Dikonfirmasi dari Denpasar, beberapa waktu lalu, Sri Rahayu menjelaskan, program tersebut dilatar belakangi dari kondisi nyata di lapangan. Data Puskesmas Karangasem 2 menunjukkan cakupan pemeriksaan IVA di wilayah tersebut baru mencapai sekitar 5,5 persen, di bawah target nasional sebesar 70 persen.

Secara nasional, kasus baru kanker serviks di Indonesia tercatat mencapai 32.469 jiwa per tahun dengan angka kematian sekitar 18.279 jiwa, atau setara dengan 50 perempuan meninggal setiap harinya.

"Banyak ibu-ibu yang merasa tidak ada gejala, jadi merasa tidak perlu periksa. Padahal kanker serviks justru berbahaya karena tidak terasa di tahap awal," ujar Dr. Sri Rahayu saat membuka kegiatan yang berlangsung 20-21 Mei lalu. 

Pada hari pertama, peserta mendapat pembekalan materi tentang Penyakit Tidak Menular, kesehatan reproduksi perempuan, hak-hak reproduksi, serta pengenalan kanker serviks. Hari kedua difokuskan pada aspek praktis: tata cara pemeriksaan IVA, pemeriksaan payudara klinis (SADANIS), dan pembangunan komitmen bersama melalui program One Kader One WUS, di mana setiap kader berkomitmen mengajak satu WUS ke puskesmas untuk pemeriksaan IVA setiap bulan.

BACA JUGA:  Dukung Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019, Desa Sibetan dalam Pengelolaan Sampah

Pretest dan postest diberikan kepada seluruh peserta untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Modul berjudul "Wanita Sehat Keluarga Bahagia: Rahasia Menjaga Kesehatan Reproduksi" yang disusun oleh tim pengabdi menjadi pegangan utama selama kegiatan.

Keberhasilan kegiatan ini didukung oleh sinergi antara Poltekkes Kemenkes Denpasar, Puskesmas Karangasem 2 selaku mitra pelaksana, serta pemerintah desa setempat. Praktik pemeriksaan IVA dilaksanakan pada Juni 2026, sementara monitoring dan evaluasi akan dilaksanakan pada Agustus 2026.

"Kami berharap dengan meningkatnya pengetahuan kader dan WUS, angka kunjungan pemeriksaan IVA di Puskesmas Karangasem 2 akan meningkat signifikan, dan pada akhirnya berkontribusi pada penurunan angka kanker serviks di Kabupaten Karangasem," tutup Dr. Sri Rahayu. [rel]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top