Women’s World Banking: Memahami Realitas Usaha Perempuan Kunci Pembiayaan Inklusif

IMG-20261103-WA0016
Seminar Internasional, International Fora for Kredit Program Pemerintah yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Nusa Dua, Bali, pada 29 Oktober 2026. foto: fb/ist

Sejalan dengan pandangan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bank Dunia menekankan bahwa program pembiayaan pemerintah tidak cukup hanya berfokus pada perluasan akses kredit. Program tersebut juga perlu mendorong UMKM untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kapasitas usaha agar mampu mengakses pembiayaan komersial secara berkelanjutan.

Sementara itu, Carolyn Turk, Division Director for Indonesia and Timor-Leste, East Asia and Pacific, World Bank, mengungkapkan program kredit di Indonesia telah membuka akses pembiayaan bagi jutaan debitur yang baru pertama kali mengakses kredit. 

Menurut dia, keberhasilan program ke depan perlu dilihat dari sejauh mana UMKM dapat berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lapangan kerja, bukan hanya dari besarnya kredit yang disalurkan. 

"Pembiayaan bersubsidi perlu membuka jalan bagi UMKM untuk beralih ke pembiayaan komersial, sehingga jalur menuju pembiayaan komersial yang berkelanjutan perlu dirancang sejak awal program." ujar Carolyn Turk.

Bagi Women's World Banking, jalur pertumbuhan tersebut perlu didukung melalui layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan perempuan di setiap tahap perkembangan usaha mereka. 

Penguatan kemampuan menggunakan produk keuangan, dukungan setelah pencairan, serta keterhubungan dengan pembeli dan pasar dapat membantu perempuan mempertahankan usaha dan mempersiapkan diri untuk mengakses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka pada tahap pertumbuhan berikutnya. (gde/rel)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top