Menurutnya, PPG ini memiliki peluang yang cukup besar bakal lolos Aparatur Sipil Negara (ASN). Karena, di Indonesia dan Bali pada umumnya mengalami kekurangan guru.
"Saya mendengar langsung dari Kepala Balai Besar Guru Penggerak. Begitu lulus PPG, dan setelah penempatan satu tahun, maka bakal langsung ASN," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, SH., MH., M.Pd., mendorong lulusannya agar tidak berpuas diri setelah menggenggam gelar sarjana. Arthanegara menjamin, ilmu yang ditimba di UPMI akan berguna dalam kehidupan alumni.
"Jangan pernah puas sampai di sini. Namun terus meningkatkan jenjang pendidikannya," imbauannya.
Terbukti, lulusan UPMI yang berjibaku, berhasil mengisi jabatan-jabatan penting di pemerintahan dan wirausaha.
"Sudah terbukti dalam usianya yang ke-40 ini lulusan UPMI telah berhasil. baik itu sebagai seorang guru, kepala sekolah, Kepala Dinas Pendidikan, dosen, sebagai wiraswasta, wartawan, dan ada juga yang menjadi anggota dewan, menjadi rektor, bahkan ada yang sampai menjadi bupati dan wakil bupati," sebutnya.
"Sekalipun kampus kita berada di kampung, tetapi sarjana lulusannya bukanlah sarjana kampungan. Kampus kita memang biaya kuliahnya termasuk murah dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya, tetapi sarjana yang dihasilkan bukanlah sarjana murahan," imbuhnya.
Arthanegara melanjutkan, setelah bertransformasi dari IKIP menjadi universitas, jangkauan UPMI semakin luas dengan berbagai pilihan program studi umum tanpa meninggalkan status sebagai perguruan tinggi pencetak guru profesional. (Gde)










