Lomba Penjor Mini tahun ini diikuti 24 peserta dari berbagai daerah di Bali, bahkan turut menarik peserta dari luar Pulau Bali. Berdasarkan penilaian dewan juri, karya-karya yang ditampilkan memiliki kualitas tinggi dengan detail yang rapi dan presisi. Selain menjadi ajang pelestarian budaya, penjor mini juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai cenderamata khas Bali yang bernilai seni dan ekonomi, sehingga mampu memperkenalkan tradisi Bali kepada wisatawan dalam bentuk yang lebih praktis.
Pada kesempatan tersebut, Tim Dom Bungkil berhasil meraih Juara I, disusul Aik Jabrik sebagai Juara II, dan I Kadek Juana Putra sebagai Juara III. Sementara Juara Harapan I diraih I Putu Wahyu Saputra, Juara Harapan II diraih I Nyoman Juliastika, dan Juara Harapan III diraih Demen Mamenjor.
Banjar Meranggi sendiri dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam pelestarian budaya dengan berbagai prestasi pada lomba penjor tingkat desa maupun Kota Denpasar. "Melalui festival ini diharapkan lahir regenerasi seniman muda yang tidak hanya mampu menjaga kelestarian tradisi, tetapi juga mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya Bali," ujar Kadek Yoga. (Car)










