Waspada Pembajakan Karya, Musisi Bali Didorong Daftarkan Hak Ciptanya

1714441786462_copy_800x533

WAMI sendiri merupakan sebuah Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yang bertugas untuk mengelola karya cipta dari komposer lagu atau musik milik anggotanya, yang berfokus pada pengelolaan hak komposer dari sisi performing rights, atau ketika karya tersebut dibawakan dalam sebuah pertunjukan.

"Bali merupakan salah satu gudangnya seniman. Sebagai gudangnya seniman, Bali juga jendela Indonesia untuk internasional. Di sini kami bersama-sama ingin mengedukasi musisi untuk memproteksi karya mereka sendiri. Lalu kami juga ingin merangkul para komposer dan juga musisi untuk mengungkapkan pandangannya perihal isu tersebut," ujar Meidi Ferialdi.

 

Gede Robi (Navicula).

 

Sementara itu salah satu musisi asal Bali, Gede Robi (Navicula) mengatakan, di Bali industri musik sangat bergairah. Banyak karya dan band-band baru bermunculan, namun apa yang mereka ciptakan kadang tidak terdaftar sebagai hak cipta, sehingga banyak karya-karya mereka diklaim oleh orang lain. Menurutnya, ekosistem ini perlu dipelihara dan membuat sebuah lembaga untuk mengurusi serta memfasilitasi para pencipta lagu untuk mendaftarkan karyanya. "Negara harus hadir dan membentuk lembaga untuk memperhatikan musik. Mungkin bisa bekerja sama dengan swasta dan masif melakukan sosialisasi. Bisa juga di bawah naungan Menparekraf," pungkasnya. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top