Viralnya Dimedia Sosial Terkait Pelayanan Ambulan Dipuskesmas Gerokgak Dua

WhatsApp-Image-2026-01-07-at-12.49.00_a28ca219
Kepala Dinas Kesehatan dr. Sucipto melakukan koordinasi bersama Camat Gerokgak I Gede Arya Rimbawan Giri, Kapolsek Gerokgak Kompol I Made Derawi, serta Perbekel Desa Pejarakan I Made Astawa di Puskesmas dua Gerokgak

BULELENG-fajarbali.com | Tamparan hebat kembali dialami oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng terkait viralnya berita di media social yang menyatakan penggunaan ambulan jenazah untuk masyarakat yang ada di Puskesmas Gerokgak dua dinilai tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pemahaman masyarakat dalam prosedur layanan penggunaan mobil ambulan jenasah maupun ambulan kegawatdaruratan di sebuah fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Buleleng perlu didorong dan diedukasi secara masif, karena ketidaktahuan prosedur akan menjadikan miss informasi dan akan menimbulkan kesalahpahaman. Hal tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Gerokgak dua, dr. I Nyoman Suardyatma saat menjelaskan kejadian di Puskesmas Gerokgak dua di Desa Pejarakan, Rabu (7/1/2025).

Pihaknya mengatakan, kejadian tersebut pada intinya adalah miss komunikasi karena didasari kepanikan keluarga pasien dan kurang sabar menerima informasi saat mengantarkan pasien dengan kondisi tidak sadarkan diri.”Keluarga pasien saat itu, Sabtu, 3 Januari 2026 mengantarkan pasien dalam kondisi gawat darurat. Saat di tangani sesuai prosedur oleh tim medis dan dinyatakan meninggal dunia, pihak keluarga mohon meminjam ambulan untuk mengantar jenasah, Puskesmas Gerokgak dua tidak memiliki mobil ambulan jenasah dan sesuai prosedur ambulan kegawatdarutan peruntukannya hanya boleh untuk layanan rujukan kegawatdarutan,”jelasnya.

Lebih lanjut, pihak puskesmas telah bersedia memfasilitasi ambulan jenasah di Puskesmas Gerokgak 1, namun keluarga pasien terlanjur panik dan histeris akan keadaan pasien, meluapkan emosi dengan menendang bak sampah dan memukul ambulan puskesmas dan ambulan TNI yang terpakir kebetulan mengantar siswa TNI karena sakit.”Informasi video yang viral tersebut adalah tidak benar, kami sudah membantu memfasilitasi pengantaran jenasah, namun perlu waktu menunggu ambulan jenasah yang ada di Desa Gerokgak. Kami bekerja sesuai prosedur dan aturan,”tegasnya.

Untuk meluruskan kejadian tersebut Kepala Dinas Kesehatan dr. Sucipto melakukan koordinasi bersama Camat Gerokgak I Gede Arya Rimbawan Giri, Kapolsek Gerokgak Kompol I Made Derawi, serta Perbekel Desa Pejarakan I Made Astawa. Pihaknya menyayangkan kejadian tersebut karena adanya mis komunikasi dan karena emosi dan tentu pihaknya akan terus melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat secara menyeluruh agar tidak kembali terjadi hal yang sama.”Semua pihak termasuk Kapolsek Gerokgak berkomitmen menjaga keamanan pegawai kesehatan di Kecamatan Gerokgak serta akan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait SOP pelayanan dan rujukan pemanfaatan mobil ambulans,”tandasnya.

BACA JUGA:  Buleleng Kembali Terima 50.000 Dosis Vaksin Astrazeneca

Pihaknya berharap layanan kesehatan yang merupakan komitmen Pemkab Buleleng kepada masyarakat agar dipahami sesuai aturan, sehingga tercipta ketertiban dan kenyamanan layanan kepada masyarakat.”Kita berharap juga kepada masyarakat untuk berhati-hati menerima informasi di media sosial yang belum tentu benar dan melebih-lebihkan, serta mendiskreditkan salah satu pihak untuk menarik empati. Mari bijak dan hati-hati bermedia sosial karena sudah ada undang-undang ITE,”pungkasnya. @gus

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top