TABANAN-fajarbali.com | Sebagai upaya perusahaan untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat luas, PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo kembali menghadirkan PEKEN Jasindo di Kabupaten Tabanan.
Selain dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Hari UMKM Nasional, PEKEN Jasindo kali ini dirancang untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan melalui enam pilar, yaitu ekonomi, pendidikan, lingkungan, pengembangan sumber daya manusia, pelayanan publik, dan kesehatan.
Mengusung semangat “Nangun Sat Kerthi Lokal Bali”, PEKEN Jasindo Tabanan digelar di Garuda Wisnu Singgasana, Taman Bung Karno, Tabanan.
Program ini menjadi ruang kolaborasi antara BUMN, pemerintah daerah, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan Bali yang berdaya, inklusif, dan berkelanjutan.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana mengatakan PEKEN Jasindo bukan sekadar festival atau kegiatan seremonial, namun kehadiran perusahaan di tengah masyarakat harus memberikan manfaat yang nyata dan relevan.
“Kami menghadirkan PEKEN Jasindo dengan berbagai inisiatif yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi, pendidikan, lingkungan, pengembangan kapasitas, pelayanan publik, hingga kesehatan dan perlindungan,” ujar Brellian.
Pilar Ekonomi: Dorong UMKM Lokal Tumbuh dan Naik Kelas
Pilar ekonomi menjadi salah satu fokus utama PEKEN Jasindo melalui dukungan terhadap pelaku UMKM lokal Tabanan. Asuransi Jasindo menghadirkan bazar UMKM sebagai ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, meningkatkan eksposur, memperluas pasar, sekaligus mendorong perputaran transaksi di masyarakat lokal.
Dukungan tersebut diperkuat melalui business matching dan networking, yang membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk membangun koneksi dan kolaborasi usaha.
Asuransi Jasindo juga menyediakan 1.000 voucher pembelian dan 1.500 voucher hak undian doorprize bagi pengunjung dan komunitas yang hadir, sehingga diharapkan dapat meningkatkan interaksi sekaligus mendorong penjualan produk UMKM.
“Kami tidak hanya memberikan ruang bagi UMKM untuk berjualan, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jejaring dan mengenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas,” kata Brellian.
Pilar Pendidikan: Buka Akses dan Dukung Kemandirian Penyandang Disabilitas
Manfaat PEKEN Jasindo juga diwujudkan melalui dukungan di bidang pendidikan, khususnya bagi penyandang disabilitas. Asuransi Jasindo memberikan beasiswa pendidikan kepada tiga siswa serta tongkat tuna netra kepada 14 penerima manfaat.
Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu keberlanjutan pendidikan sekaligus menunjang mobilitas dan kemandirian penerima manfaat. Bagi Asuransi Jasindo, pendidikan dan aksesibilitas merupakan bagian penting dalam menciptakan kesempatan yang inklusif agar setiap individu dapat berkembang dan berpartisipasi secara lebih mandiri di masyarakat.
“Kami berharap manfaat PEKEN Jasindo juga dirasakan oleh mereka yang membutuhkan dukungan untuk terus belajar dan menjalani aktivitas secara lebih mandiri. Pendidikan membuka kesempatan, sementara dukungan aksesibilitas membantu penerima manfaat menjalani kesehariannya dengan lebih percaya diri. Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menghadirkan manfaat yang inklusif,” jelasnya.
Pilar Lingkungan: Bangun Praktik Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Komitmen terhadap lingkungan diwujudkan melalui kolaborasi Asuransi Jasindo dengan Daur Tera dalam membangun praktik waste management selama penyelenggaraan PEKEN Jasindo.
Kolaborasi tersebut mencakup empat aktivitas, yaitu edukasi pemilahan sampah kepada pengunjung, pengumpulan sampah plastik selama kegiatan, pengelolaan sampah setelah kegiatan, serta pengolahan material menjadi barang yang layak guna dan inovatif.
Dengan pendekatan tersebut, prinsip zero waste event tidak berhenti pada upaya menjaga kebersihan selama festival berlangsung.
Material yang terkumpul juga dikelola agar dapat kembali memiliki nilai guna, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara bertanggung jawab.
Pilar Pengembangan SDM: Bekali UMKM dengan Pengetahuan dan Keterampilan
PEKEN Jasindo juga mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dan pelaku UMKM melalui pilar pengembangan sumber daya manusia. Salah satunya diwujudkan melalui talkshow UMKM Siap Naik Kelas dengan tema “Mulai dengan Benar, Jual Lebih Pintar, Tumbuh Lebih Besar”, yang menghadirkan Mentor UMKM & Womenpreneur Bali, Adex Wahyuni.
“Talkshow ini memberikan wawasan kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya membangun fondasi usaha yang tepat, mengembangkan strategi pemasaran, serta melihat peluang pengembangan bisnis secara lebih strategis agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan,” tambah Brellian.
Selain itu, Asuransi Jasindo berkolaborasi dengan Daur Tera menghadirkan Workshop Mengolah Ampas Kopi Menjadi Dupa. Kegiatan tersebut memperkenalkan pemanfaatan kembali material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah sekaligus membuka perspektif mengenai potensi kreativitas dan nilai ekonomi dari praktik upcycling.
Pilar Pelayanan Publik: Dekatkan Akses Layanan kepada Masyarakat
PEKEN Jasindo juga menjadi ruang untuk mendekatkan berbagai layanan publik kepada masyarakat. Melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, masyarakat dapat memperoleh layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), pelayanan SAMSAT, SKCK, serta perpustakaan keliling.
Kehadiran berbagai layanan tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses kebutuhan administratif dan layanan publik dalam satu ruang kegiatan.
Bagi pelaku UMKM, akses terhadap layanan pembuatan NIB juga dapat menjadi langkah penting dalam mendorong legalitas usaha sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis yang lebih luas.
Pilar Kesehatan: Perkuat Perlindungan dan Kesadaran Hidup Sehat
Pada pilar kesehatan, Asuransi Jasindo memberikan Asuransi Kecelakaan Diri dengan total nilai pertanggungan Rp800 juta kepada 40 pelaku UMKM lokal sebagai bentuk perlindungan terhadap keselamatan peserta maupun penanggung jawab UMKM.
Perlindungan tersebut dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi dengan tenaga kesehatan, serta edukasi mengenai pola hidup sehat bagi masyarakat yang hadir.
Melalui rangkaian tersebut, Asuransi Jasindo ingin mendorong kesadaran bahwa pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat perlu berjalan beriringan dengan kesehatan serta kesiapan menghadapi risiko.
Gerakan Tabanan Peduli NTT: Solidaritas untuk Sesama
Selain enam pilar tersebut, semangat kebermanfaatan PEKEN Jasindo diwujudkan melalui Gerakan Tabanan Peduli NTT, berupa bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Gerakan ini merupakan hasil sinergi kemanusiaan Asuransi Jasindo, Pemerintah Kabupaten Tabanan, lembaga kemanusiaan, dan diaspora NTT di Bali dengan mengedepankan nilai solidaritas, kepercayaan, kecepatan, keberlanjutan, dan kebersamaan.
“Semangat kemerdekaan bagi kami adalah semangat untuk saling menguatkan. Karena itu, kami ingin PEKEN Jasindo menjadi ruang di mana masyarakat dapat bertemu, berkolaborasi, mendapatkan akses, sekaligus memberikan manfaat bagi sesama. Kami berharap berbagai inisiatif ini dapat menjadi kontribusi nyata untuk masyarakat Tabanan dan Bali,” tutur Brellian.
PEKEN Jasindo Tabanan 2026 merupakan bagian dari upaya Asuransi Jasindo untuk menghadirkan kontribusi sosial yang tidak berhenti pada satu kegiatan. Melalui pemberdayaan UMKM, dukungan pendidikan dan inklusivitas, pengelolaan lingkungan, pengembangan kapasitas, kemudahan akses layanan publik, serta penguatan kesehatan dan perlindungan, Asuransi Jasindo berupaya membangun manfaat yang dapat terus dirasakan masyarakat.
“Dengan semangat “Nangun Sat Kerthi Lokal Bali”, PEKEN Jasindo menjadi wujud komitmen untuk tidak hanya merayakan Bali, tetapi juga menjaga alamnya, menghidupkan budayanya, memberdayakan masyarakatnya, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” tutup Brellian. [gde/rel]










