*Lansia sering dipersepsikan sebagai masa yang rentan sakit dan fisik yang lemah.
*Masalah kesehatan yang dialami oleh lansia tidak hanya masalah fisik namun juga masalah psikologis, sosial, dan masalah spiritual.
GIANYAR-fajarbali.com | Lanjut usia atau lansia adalah penduduk yang telah berusia 60 tahun keatas. Lansia sering dipersepsikan sebagai masa yang rentan sakit dan fisik yang lemah. Masalah kesehatan yang dialami oleh lansia tidak hanya masalah fisik namun juga masalah psikologis, sosial, dan masalah spiritual.
Banyak faktor yang menyebabkan lansia mengalami masalah kesehatan diantaranya pertambahan umur dan menurunnya fisiologis system tubuh. Salah satu penyakit yang dialami lansia adalah hipertensi.
Meningkatnya risiko hipertensi pada lansia harus segera mendapatkan perhatian agar tidak sampai terjadi komplikasi akibat penyakit hipertensi. Edukasi manajemen diri untuk mencegah dan menurunkan derajat hipertensi merupakan langkah yang sangat penting.
Aktifitas fisik dan latihan fisik adalah salah satu komponen dalam manajemen diri yang lansia harus perhatikan dan laksanakan. Upaya preventif dan promotif ini dapat dilaksanakan dengan meningkatkan pemanfaatan posyandu lansia yang sudah ada oleh lansia, dan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan kader posyandu lansia tentang manajemen diri lansia dengan hipertensi.
Kader lansia Desa Saba memiliki keterebatasan dalam memberikan pelayanan pada lansia terutama dalam memberikan edukasi aktifitas fisik dan latihan fisik untuk meningkatkan kesehatan lansia.
Keterbatasan ini menyebabkan kader lansia belum bisa memberikan maksimal memberikan penyuluhan dan pendampingan pada lansia dalam melaksanakan aktifitas fisik dan latihan fisik selama pelaksanaan posyandu lansia.
Alternatif solusi tersebut dilaksanakan melalui Pengabdian Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) berupa “Edukasi Aktifitas Fisik dan Latihan Aktifitas Fisik untuk Meningkatkan Kesehatan Lansia pada Kader Posyandu Lansia di Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar”.
Pengabdian tersebut dilaksanakan pada 20 Agustus 2026 oleh I Made Mertha, S.Kp.,M.Kep., I Ketut Suardana, S.Kp.,M.Kes, dan I Made Sukarja, S.Kep.,Ners., M.Kep, yang merupakan Dosen Poltekkes Kemenkes Denpasar Jurusan Keperawatan. Kegiatan dibantu oleh 5 orang mahasiswa semester VII Prodi Sarjana Terapan Keperawatan.
Mitra kegiatan yaitu Ketut Redhana, SP., sebagai Perbekel Desa Saba, dalam sambutan pembukaan kegiatan mengatakan sangat terbuka menerima dan memfasilitasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Dosen Poltekkes Kemenkes Denpasar yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya bagi warga lansia di Desa Saba.
Made Merta mengatakan, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu lansia tentang aktifitas fisik dan latihan fisik pada lansia.
Lalu, untuk meningkatkan sikap kader posyandu lansia tentang aktifitas fisik dan latihan fisik yang dapat mencegah dan mengontrol hipertensi pada lansia, dan Meningkatkan ketrampilan kader posyandu lansia dalam mendampingi lansia melakukan aktifitas fisik dan latihan fisik saat pelaksanaan posyandu lansia.
Sasaran kegiatan adalah kader posyandu lansia se-Desa Saba yang memiliki 8 posyandu lansia, dan kader kesehatan Desa. Pengabdian Program Pembinaan Desa Mitra (PPDM) dilaksanakan melalui tahapan pre test dan post test, dan edukasi. Pengabdi memberikan edukasi tentang hipertensi meliputi pengertian, penyebab, faktor risiko, gejala, dan pencegahan hipertensi.
"Edukasi aktifitas fisik dan latihan fisik yang disampaikan mencakup pengertian, jenis, manfaat, prinsip dan contoh gerakan pemanasan, gerakan aerobik, gerakan untuk kekuatan, gerakan untuk keseimbangan, gerakan peregangan, dan gerakan pendinginan," ujar Made Merta.
Secara keseluruhan kegiatan Pengabdian Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) telah terlaksana dengan baik, mendapat respons yang baik dari Mitra dan sasaran.
Menurutnya para kader posyandu lansia dan kader kesehatan Desa Saba memberi perhatian yang sangat fokus terhadap semua yang disampaikan oleh pengabdi.
Ia menjelaskan, dari hasil evaluasi kegiatan secara umum terjadi peningkatan pengetahuan, sikap dan ketrampilan kader posyandu lansia tentang aktifitas fisik dan latihan fisik untuk meningkatkan kesehatan lansia.
Dalam kegiatan ini juga diserahkan investasi berupa 1 paket alat pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat untuk kantor Perbekel Desa Saba, dan 8 paket tensimeter digital dan alat ukur lingkar pinggal untuk masing-masing Posyandu Lansia yang ada di Desa Saba. Paket investasi ini dapat dimanfaatkan dalam menunjang operasional kegiatan posyandu lansia di Desa Saba.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan minimal untuk 3 tahun kedepan melalui Program Pembinaan Wilayah Berkelanjutan (PWB). [gde/rel]









