Unik dan Menarik, Inilah Tradisi Megoak-goakan di Desa Kintamani

Disebutkan, tujuan tradisi Megoak-goakan ini, selain  merupakan bentuk tarian sakral yang dipersembahkan kepada ratu Dalem Pingit. Juga sebagai ajang pelestarian budaya dan silahturahmi antar warga. Masyarakat setempat juga percaya, dengan melakukan tradisi Megoak-goakan bisa menumbukan kedamaian desa.

“Selain untuk persembahan kepada Ida Ratu Dalem dan iringannya itu, masyarakat kami yakin bila seseorang ada yang sakit, dengan ikut serta menarikan goak-goakan niscaya penyakitnya bisa sembuh,” tandasnya, sembari mengakui banyak warganya yang sudah membuktikannya.“Yang mana kesembuhan ini merupakan berkah dari Ratu Dalem Pingit,” tegasnya.

Sementara untuk menentukan pelaksanaan megoak-goakan dan Nyepi Desa, dihitung sejak purnama kesanga dan dihitung menggunakan hitungan sesuai adat di Kintamani. “Rentang pelaksanaannya antara 5 sampai 10 hari sejak purnama kesanga, secara pastinya ada hitung-hitungan tertentu,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk pelaksanaan Nyepi Desa disampaikan sama seperti Nyepi pada umumnya. Dimana masyarakat Kintamani juga melaksanakan Catur Brata Penyepian. Dalam hal ini, warga tidak boleh bepergian, tidak ke kebun, tidak boleh memati-matian (memotong hewan), dan tidak boleh menjual hewan. (ard)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top