Underpass Simpang Ngurah Rai Ditargetkan Selesai Lebih Cepat

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan, pengerjaan pembangunan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Tuban, Badung, dijadwalkan selesai satu bulan lebih awal dari target yang telah ditentukan.

DENPASAR-fajarbali.com |Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Metropolitan Denpasar Anak Agung Gede Sanjaya, di Denpasar, Rabu (3/1/2017).

Menurutnya, konstruksi underpass dimulai pada 26 September 2017 dengan nilai Rp 168,3 miliar dan ditargetkan lebih cepat selesai, yakni Agustus 2018 dari target semula September 2018.

Bahkan, kata Sanjaya, dari kunjungan terakhir oleh menteri, proyek tersebut juga dimajukan dua bulan.

“Secara kotak seharusnya selesai pada bulan Oktober 2018. Namun atas permintaan Bapak Menteri PUPR, diminta selesai bulan September. Kemudian pada kunjungan terakhir, Beliau meminta selesai bulan Agustus 2018. Jadi dua bulan lebih awal dari target dalam kontrak,” ungkapnya.

Pihaknya optimis mampu merealisasikan satu bulan lebih awal pembangunan proyek yang dipersiapkan untuk pertemuan tahunan Annual Meetings International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB), yang akan diselenggarakan di Nusa Dua Bali, Indonesia, pada bulan Oktober 2018 mendatang.

“Hingga 31 Desember 2017, pengerjaan sudah mencapai kurang lebih 21 persen dari target rencana sebesar 19 persen,” katanya.

Guna merealisasikan target menteri tersebut, pihaknya meminta rekanan melakukan penambahan armada serta peralatan lainnya untuk mempercepat proses pembangunan. Sehingga, proyek yang digadang-gadang mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan ini, pengerjaannya bisa dipercepat.

“Kita juga meminta rekanan untuk menambah tenaga kerja. Dan dari awal, proyek ini dikerjakan selama 24 jam,” ungkapnya.

Saat ini, tambahnya, kendala yang ditemui dalam mempercepat pembangunan proyek tersebut, yakni pemindahan pipa PDAM Badung. Untuk itu, pihaknya meminta PDAM segera melakukan proses pemindahan sehingga tidak menganggu aktifitas pengerjaan underpass tersebut.

“Kita tidak tahu masalahnya. Semoga bisa dipercepat proses memindahkannya,” tutupnya. (alt)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Satpol PP Ciduk Belasan Gepeng di Kawasan Ubud

Rab Jan 3 , 2018
Walau dinyatakan sebagai destinasi wisata internasional, Ubud juga tidak terlepas dari persoalan gelandangan dan pengemis (Gepeng). Sehingga kondisi ini juga menyebabkan citra Ubud sebagai destinasi wisata internasional sedikit terganggu karena kehadiran Gepeng tersebut.  Save as PDF

Berita Lainnya