Tokoh Jimbaran Sebut Wayan Bulat Bukan Petani Penggarap

IMG-20250218-WA0004
Foto kolase-(ki-ka): Made Sudita, Wayan Sukamta dan I Made Eben.

“Tiba – tiba ada kelompok mengatakan tanah adat. Tanah adat yang mana. Semua tanah adat sudah selesai sertifikat,” tegasnya. 

Baginya, jangan sampai ada permasalahan pribadi atau sekelompok orang dengan pihak investor tersebut mencoba mengait-ngaitkan/melibatkan Desa Adat dengan tujuan untuk mencari simpati masyarakat. 

“Jangan sampai malah ada masalah pribadi atau kelompok, malah ingin menyeret – nyeret Desa Adat. Karena tanah ada sudah tuntas disertfikatkan,” cetusnya dengan suara keras dan tegas.

Tak hanya itu, kalaupun ada proses pengadaan lahan oleh investor dimasa lalu, tentunya semua itu harus dilakukan sesuai aturan dan persyaratan yang berlaku pada masa itu. 

“Nah untuk hal ini tentunya dalam hal ini pihak pemerintah dalan hal ini BPN yang bisa menjelaskan apa proses yang dilakukan oleh investor sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku atau tidak,” imbuhnya. 

Tak hanya itu, munculnya Wayan Bulat yang tiba – tiba mengeklaim banyak hal, juga diluruskan oleh Sukamta. Ia menyebut, Wayan Bulat yang menjadi motor audiensi ini sebenarnya yang bersangkutan tidak pernah menjadi penggarap, tapi orang tuanya lah yang pernah menjadi penggarap dimasa lalu.  Namun sudah menjual hak garapnya ke orang lain. 

“Wayan Bulat datang kembali sekitar tahun 2005 mengusir anak mantan penggarap dan membuat rumah tinggal di sana. Dari kejadian ini sekarang Pak Bulat sedang mempunyai masalah hukum dengan pemilik lahan dan proses nya masih berjalan di PN Denpasar,” tegas Sukamta.

Hal senada juga diungkapkan tokoh Desa Adat Jimbaran Made Sudita. Mantan Koordinator Baga Pawongan ini mengatakan memang tidak ada tanah adat yang bermasalah. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top