Akibat divonis reaktif, LHI membatalkan penerbangannya ke Nias. Namun, seorang oknum Dokter yang memeriksa LHI justru menawarkan perubahan data atas hasil rapid. Alih-alih LHI baik bertanya, apa bisa ya? Malah oknum dokter itu kembali memastikan biaa merubah datanya.
Singkat cerita, LHI bersedia mengikuti anjuran oknum dokter tersebut dan mengikutinya hingga departure gate dan meminta bayaran. LHI mengaku memberikan transfer kepada oknum dokter tersebut sebesar Rp 1,4 Juta.
Parahnya, selain sudah membayar, oknum dokter itu juga melakukan pelecehan kepada dirinya. Korban dicium, payudaranya diraba-raba dengan tangan oknum tersebut. Bahkan, oknum itu membuka masker dan mencium mulut, sehingga korban shock dan tidak melakukan perlawanan. (hen)










