Kemudian tanggal 23 Oktober 2025, pansel menggelar rapat menentukan 3 calon Rektor yang akan melakukan debat pada hari ini.
Terkait materi debat terbuka, ketiga calon rektor menyampaikan visi-visi program kerja kalau terpilih sebagai rektor. Berikutnya, calon rektor mengambil beberapa pertanyaan dari pansel kemudian masing-masing membaca pilihannya dia kemudian didebatkan antara ketiga calon.
"Di samping itu seluruh hadirin diberikan kesempatan untuk bertanya," jelasnya. Setelah debat, pansel akan rapat untuk memberikan nilai masing-masing kandidat.
Nilai tersebut, lanjut dia, akan diserahkan ke Badan Penyelenggara dalam hal ini Yayasan Pendidikan Widya Kerti. Selanjutnya, seluruh hasil penilaian pansel diserahkan ke Dewan Pembina Yayasan Widya Kerti di Jakarta yang diketuai Mayjen TNI (Pur) Wisnu Bawa Tanaya.
Finasilisasi keputusan siapa yang bakal menduduki kursi UNHI 1 dijadwalkan 6 November 2025. Untuk pelantikan dijadwalkan 10 Januari 2026. Prof. Gelgel berharap, hasilnya nanti seiring dengan pemeringkatan yang dilakukan pansel.
Menanggapi sejumlah kandidat rektor dengan jabatan akademik guru besar/profesor yang gugur dalam seleksi pilrek, pansel memastikan tidak ada unsur kecurangan. Karna pilrek berjalan sangat transparan dari awal.
"Dalam statuta kan aturannya sudah jelas, minimal jabatan akademik lektor kepala (doktor), Batas usia juga diatur. Jadi walaupun belum profesor sudah memenuhi syarat. Kita ini mencari sosok yang punya kemampuan akademik plus manajerial yang baik serta kekuatan jaringan," kata dia.










