DENPASAR-fajarbali.com | Proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Hindu Indonesia atau UNHI Denpasar, memasuki tahap "Debat Terbuka" yang mempertemukan tiga kandidat, yakni Dr. Ir. Komang Gede Santhyasa, ST., MT., Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, SE., M.Si., serta Dr. Drs. I Putu Sarjana, M.Si.
Debat berlangsung di Aula Taman Asoka UNHI, Kamis (30/10/2025), mengundang seluruh sivitas akademika, panitia seleksi (pansel), senat dan disiarkan melalui live streaming YouTube UNHI, sehingga debat bisa diakses oleh seluruh umat secara daring.
Ketua Senat sekaligus anggota Pansel Pilrek UNHI 2025-2029, Prof. Dr. I Putu Gelgel, SH., M.Hum., mengeklaim Pilrek kali ini paling demokratis sepanjang pengalamannya 34 tahun mengabdi di kampus umat tersebut.
Sebab, kata Prof. Gelgel, Senat UNHI berperan signifikan sesuai statuta yang telah dirancang sebelumnya. Dan, debat terbuka ini merupakan salah satu indikator nilai domokrasi tersebut.
"Debat terbuka ini adalah merupakan salah satu dari proses penjaringan rektor. Jadi prosesnya panjang. Sebelumnya sudah dilakukan oleh panitia seleksi melalui tahapan evaluasi yang cukup panjang ada 6 tahapan," jelas Prof. Gelgel.
Awalnya ada 10 kandidat bakal calon rektor yang "bertarung". Namun akhirnya terpilih tiga orang hingga memasuki tahap debat. Kesepuluh bakal calon rektor itu sudah diberikan kesempatan yang sama mempresentasikan visi-visi program kerja di hadapan pansel jika nanti terpilih sebagai rektor.
Berikutnya adalah interview. Masing-masing kandidat itu diinterview oleh 7 orang pansel waktunya 70 menit setiap bakal calon rektor. Sehingga pelaksanaan proses berlangsung maraton selama 3 hari dari tanggal 20-21 sampai tanggal 22 Oktober 2025.










