SINGARAJA - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Sebanyak puluhan warga masyarakat yang berasal dari Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan Buleleng, Kamis (14/5/2020) ‘menyerbu’ kantor lurah setempat. Kedatangan para warga masyarakat tersebut guna mempertanyakan kalau tidak dimasukkan dalam daftar penerimanaan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Para warga masyarakat yang datang kekantor lurah tersebut mengakui kecewa terhadap lurah lantaran tidak masuk dalam daftar penerima bantuan yang diberikan pemerintah ditengan pandemic Covid 19 yang terjadi.
Para warga masyarakat yang datang kekantor lurah tersebut tentunya mendapatkan peratian penuh dari jajaran kepolisian guna melakukan pengawalan terhadap kedatangan warga ke kantor lurah. Sesampai di kantor lurah, warga masyarakat diterima langsung oleh lurah KaliuntuKetut Artani dan Camat Buleleng I Nyoman Riang Pustaka. Dari penerimaan warga yang hanya sebagian tersebut dimana warga merasakan kecewa terkait namanya yang tidak terdaftar dalam penerima bantuan.
”Kalau dulu saya sempat menerima BLT sebesar Rp 300 dan sekarang kenapa kami tidak menerima bantuan. Apakah kami dipandang sudah mampu? Sedangkan kenyataan kami seorang juru parkir di rumah sakit swasta dan kami mempunyai anak banyak. Rumah kami tidak punya serta kami merasakan sangat terdampak dengan adanya Covid 19 yang terjadi,”aku Dewa Made Suparta (60) dalam negosiasi antara camat, lurah dengan perwakilan warga masyarakat. Bukan hanya itu, beberapa warga masyarakat utamanya yang namanya tidak dicantumkan dalam daftar penerima bantuan mengaku sempat melakukan pengecekan di kantor pos tempat pembagian bantuan tersebut. Dimana warga melihat kalau yang mendapatkan bantuan yang sedang dibagikan di kantor pos tersebut merupakan warga yang baru serta semuanya dipandang masyarakat yang lebih mapan.










