Oleh karena itu, Suyasa memastikan akan memberikan reward kepada PNS dan P3K. Suyadinata sekali lagi memperhatikan penuh dan memberikan kenyamanan kerja serta penghargaan atau reward kepada PNS dan P3K. Pihaknya juga akan menghargai mereka sesuai dengan kemampuan (skill) dan tentunya bisa berkompetisi secara sehat dalam meniti karier.
Dia memastikan, Suyadinata hadir demi ASN tercinta di Badung. Ini sebagai salah satu motivator bagi ASN untuk bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat di Kabupaten Badung. Wayan Suyasa menegaskan, Badung merupakan salah satu kabupaten yang menggaji ASN dari dana APBD, bukan dari dana alokasi umum (DAU). "Bagaimana pun celah fiskal kita negatif dengan pendapatan asli daerah Badung begitu besar, semuanya bisa diberi perhatian apalagi memakai dana APBD. Kita yang tahu, kita yang merekrut, kita harus memberikan penghargaan kepada mereka karena kerja mereka begitu baik, etos kerja P3K juga baik dan tentunya penghargaannya juga harus baik," tegasnya.
Ditanya khusus untuk tenaga kontrak yang masih tercecer dan belum masuk database, ungkap Wayan Suyasa, untuk tenaga kerja yang belum menjadi ASN dalam hal ini P3K, pihaknya memastikan akan mengangkatnya menjadi P3K. "Sekali lagi karena kita memanfaatkan dana APBD, kita berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Gubernur nantinya akan menyelesaikan atau mengangkat menjadi P3K semuanya," ungkapnya.
Pemkab Badung memerlukan tenaga-tenaga itu. Sekali lagi jawabannya karena kita gaji dari APBD Badung. "Badung merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang menggaji pegawainya dari APBD," tegas Wayan Suyasa yang kini elektabilitasnya meroket menuju Badung 1.










