Terus bagaimana tanggapan Dishub Kabupaten Buleleng? Menurut Kadis Perhubungan Kabupaten Buleleng Gede Gunawan saat dikonfirmasi terpisah pihaknya menepis tuduhan yang diungkapkan Kasat Kantas Mapolres Buleleng terkait data yang didapatkan melalui Dinas Perhubungan Buleleng. Hanya saja, Gunawan menuturkan kalau pihaknya sempat dimintai data jumlah sopir yang ada di Kabupaten Buleleng oleh Dinas Perhubungan Provinsi Bali.”Kalau masalah kami dimintai data oleh Polres Buleleng kami tidak dapat. Kami hanya dapat dimintai data sopir dari dinas perhubungan Provinsi Bali. Mungkin dari Provinsi yang mengirimkan datanya itu,”tepisnya. Dikonfirmasi masalah bantuan? Gunawan mengakui dirinya tidak mengetahui tentang pemberian bantuan kepada para sopir hanya saja dirinya dimintai data saja.
”Kalau masalah bantuan kami tidak tahu hanya kami dimintai data tidak lebih dari itu,”jelasnya lagi. Bahkan Gunawan mengakui dengan adanya tercecernya para sopir yang belum masuk dalam daftar sopir yang ada di Kabupaten Buleleng pihaknya mengakui akan mengirimkan data sopir yang tercecer ke Dinas Perhubungan Provinsi Bali.”Kalau masalah sopir yang tercecer yang belum masuk dalam daftar kami nantinya akan memfasilitasi menambah nama-nama para sopir yang tercecer,”tutupnya. Untuk diketahui ada sekitar 116 sopir angkot kota Singaraja, 160 sopir isuzu, 20 sopir truk dan bus yang mendapat bantuan. (ags).










