Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Buleleng Adiptha Ekaputra menjelaskan, penanganan genangan dilakukan secara kolaboratif bersama Balai Jalan Nasional dan Balai Wilayah Sungai (BWS). Kolaborasi tersebut difokuskan untuk mempercepat surutnya genangan air.
“Target kami jelas, genangan tidak boleh lama. Harus surut dalam hitungan jam, jangan sampai berhari-hari,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan desain teknis sodetan air ke arah danau sebagai solusi utama. Saat ini tahap pertama sudah berjalan, sementara tahap kedua direncanakan dilanjutkan pada tahun 2026.
“Desain teknis sudah ada. Tahap pertama sedang dikerjakan. Tahap kedua kami siapkan dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar dari APBD Buleleng dan ditargetkan tuntas tahun 2026,” jelasnya. @gus










