“Selama saya menjabat, saya tidak lebih dari 6 kali melakukan rotasi. Termasuk paling sedikit karena sebenarnya saya tidak senang mengadakan mutasi karena setiap mutasi atau rotasi itu selalu agak riuh. Saya lebih senang sebenarnya mengurusi, membangun hal-hal besar. Namun karena kebutuhan organisasi, mau tidak mau harus dilaksanakan, sehingga begitu ada kekosongan selalu kita menyiapkan untuk pengisian yang baru,” tegasnya.

Gubernur Koster mengatakan bahwa Creative Fun Walk kali ini merupakan pertama kali dilakukan  dan akan terus berlanjut dilakukan di Kabupaten Buleleng, Tabanan dan Kota Denpasar hingga akhirnya Bali Digital Festival dilaksanakan tanggal 2 hingga 4 Juni mendatang. “Kita pertama kali lakukan di Gianyar karena Gianyar Kabupaten yang kreatif dalam seni dan budaya. Harapannya kegiatan ini dapat mendorong, memotivasi generasi muda milenial dalam  mengembangkan potensi diri sesuai bakat melalui berbagai kegiatan yang berkaitan dengan seni tradisi dan seni modern. Nanti  puncaknya Bali Digital Festival dilaksanakan tanggal 2 hingga 4 Juni di Srdha Candra,” tegasnya. 

Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel sebagai bentuk pertanggungjawaban. “Pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel ini, merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah Kabupaten Gianyar kepada seluruh masyarakat Gianyar, ” ujarnya.

Bupati Mahayastra menghimbau agar Dewa Alit menjadikan jabatan Sekda sebagai wahana untuk menunjukkan dan membuktikan kemampuan kerja  terbaik. “Berusahalah dengan keras untuk menjadi pejabat yang inovatif dan berprestasi, laksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, serta jaga dan bina hubungan baik dengan Kepala Daerah maupun seluruh Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar,” pesannya.

“Itu kan sudah ada pengacaranya. Pengacaranya pasti sudah mengupayakan. Karena sekarang ini di Taro Kelod akan ada upacara padudusan, ada mecaru, mependem, dan itu upacara besar bagi umat Hindu. Untuk ngayahnya sudah dari sekian lama. Jadi prajuru yang masih memimpin kan prajuru ini. Jadi dengan alasan itu, di samping Galungan juga sudah dekat, sehingga penasehat hukum ajukan penangguhan,” katanya.

“Bersyukur kita bisa hidup dengan normal dan menjalankan aktivitas yang mesti dilakukan sebagai daerah pariwisata apalagi disini ada Wisata Desa yang masuk dalam 10 besar nasional, ” ujar Bupati Mahayastra. Lebih lanjut, untuk mengisi kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dengan mengadakan event dan pelatihan sumber daya manusianya serta mendidik anak-anak dengan pasraman.