Saat ini, Suara Senja telah sukses diselenggarakan sebanyak tiga kali, dan bersiap menyambut gelaran keempat pada akhir pekan mendatang. Bukan sekadar ajang unjuk bakat musiman, Suara Senja menyimpan misi besar untuk jangka panjang. Rajendra berharap Titik Nol Singaraja bisa tumbuh menjadi ikon pusat kesenian publik yang hidup, mirip dengan ruang-ruang kreatif publik yang ada di kota-kota besar lain di Indonesia.
“Rencana besarnya, kami ingin menjadikan Suara Senja ini sebagai titik di mana masyarakat bisa berkumpul, bersenda gurau, dan menikmati seni bersama. Kami ingin Titik Nol Singaraja ini hidup sebagai pusat kesenian publik bagi warga Buleleng,” pungkas alumni SMAN Bali Mandara itu. @gus










