784 Titik di Buleleng sudah Dapatkan Barcode PeduliLindungi

SINGARAJA-fajarbali.com | Sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap Covid-19, aplikasi PeduliLindungi sangat wajib untuk diterapkan sebagai alternatif screening awal Covid-19, selain protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan vaksinasi tentunya. Dilihat dari data kemarin, jumlah tempat yang sudah teraktivasi aplikasi PeduliLindungi di Kabupaten Buleleng sebanyak 784 titik. Demikian disampaikan Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Covid-19 Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan saat menyampaikan release hariannya, Senin (18/10/20121).

Ketut Suwarmawan memaparkan, dari 1.170 sasaran, sebanyak 1.115 sudah mengajukan untuk mendapatkan aktivasi. Hingga saat ini menurut data yang dihimpun per tanggal 16 Oktober 2021, sebanyak 784 titik sudah berhasil mendapatkan aktivasi PeduliLindungi, diantaranya OPD, BUMD, Pasar, UPTD, Kelurahan/Desa, Sekolah dan DTW.”Ke depannya kami akan terus  mengupayakan agar seluruh tempat segera mendapat aktivasi QR Code PeduliLindungi guna menscreening awal penyebaran Covid-19,” ucap Suwarmawan.

Lebih jauh Suwarmawan mengatakan, aplikasi PeduliLindungi kini bisa dijumpai pada beberapa plat form melalui fitur check-in PeduliLindungi. Beberapa plat form itu seperti gojek, shoope, traveloka dan aplikasi lainnya. Sementara itu, terkait perkembangan penanganan Covid-19, Suwarmawan mengatakan, terdapat konfirmasi baru nihil dan sembuh dua orang. Untuk pasien meninggal yang terjadi sebanyak dua orang sedangkan kasus dalam perawatan sebanyak 18 orang.

”Memang untuk hari ini terdapat kasus meninggal hari ini sebanyak dua orang, sembuh dua orang dan yang terkonfirmasi baru nihil,”jelasnya lagi. Secara kumulatif, terdapat 10.428 kasus konfirmasi di Kabupaten Buleleng dengan rincian sembuh 9.873 orang, meninggal 533 orang, dan sedang dalam perawatan 22 orang. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Capaian RPJMD Buleleng 2017-2022 Siap Dikebut

Sen Okt 18 , 2021
SINGARAJA-fajarbali.com | Memasuki tahun terakhir pada 2022, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Buleleng, Bali 2017-2022 siap dikebut. Ini dilakukan mengingat masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng hanya tersisa sebelas bulan lagi.