“Suami Siaga Stunting”, Gerakan Kecil dari Payangan untuk Generasi Sehat Indonesia 

u10-IMG-20251014-WA0004
Kegiatan “Rancangan Pelatihan Suami Siaga Stunting” di wilayah kerja Puskesmas Payangan, Kabupaten Gianyar.

“Suami saya sekarang sering bantu memandikan bayi dan menyiapkan makanan sehat. Saya merasa lebih ringan dan bahagia,” ujar salah satu istri peserta. 

Menurut Dr. Bdn. Ni Nyoman Budiani, perubahan sikap seperti ini menjadi indikator keberhasilan penting dalam upaya menurunkan risiko stunting. “Keluarga yang harmonis, di mana suami dan istri saling mendukung, akan menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Langkah Kecil, Dampak Besar untuk Pencegahan Stunting

Stunting tidak hanya disebabkan oleh kurang gizi, tetapi juga oleh kurangnya dukungan sosial dan emosional dalam keluarga. Dengan melibatkan suami sejak awal, diharapkan keluarga lebih siap secara fisik, mental, dan sosial untuk menjalani masa kehamilan dan membesarkan anak dengan baik.

“Pelatihan ini adalah langkah kecil, tetapi memiliki dampak besar. Jika para suami di setiap desa menjadi lebih siaga, maka kita akan memiliki lebih banyak keluarga yang kuat dan anak-anak yang tumbuh sehat,” tambah Gusti Ayu Marhaeni dengan penuh optimisme.

Tim peneliti berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan di wilayah lain dan menjadi program berkelanjutan dari Puskesmas maupun instansi terkait. Selain memberikan pengetahuan, pelatihan ini juga menumbuhkan kesadaran bahwa tanggung jawab membesarkan anak bukan hanya di pundak ibu, tetapi juga di tangan seorang ayah.

Membangun Generasi Emas dari Keluarga Kecil

Gerakan "Suami Siaga Stunting" dari Payangan ini menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan berbasis keluarga dapat mendukung program nasional penurunan stunting. Keluarga yang saling mendukung, saling memahami, dan saling menjaga adalah fondasi kuat bagi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top