Bupati Adi Arnawa Sampaikan Penjelasan APBD 2027 dan Tiga Raperda Strategis

Rapat-Paripurna-DPRD-1
Bupati Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 di Ruang Sidang Utama Gosana Sekretariat DPRD Badung, Kamis (29/10).

MANGUPURA-Fajarbali.com |Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan penjelasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 serta tiga Raperda strategis lainnya. Agenda krusial tersebut berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 di Ruang Sidang Utama Gosana Sekretariat DPRD Badung, Kamis (29/10).

Rapat Paripurna ini dipimpin langsung oleh Pimpinan DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti. Jalannya persidangan turut dihadiri oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, jajaran anggota DPRD Badung, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Badung, Sekretaris Daerah beserta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan Instansi Vertikal, jajaran Direksi Perusahaan Daerah, serta para Tenaga Ahli DPRD Badung.

Dalam rapat paripurna tersebut, Bupati I Wayan Adi Arnawa menyampaikan dan menjelaskan materi tentang empat ranperda penting. Meliputi Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2027 : Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah Kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama, Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah Kepada PT Penjamin Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara, serta Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.

Dalam pemaparannya di hadapan legislatif, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa penyusunan Rancangan APBD TA 2027 dirancang dengan prinsip kehati-hatian, berfokus pada program prioritas, serta berorientasi penuh pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pendapatan Daerah pada Raperda APBD 2027 dirancang sebesar Rp 11 triliun lebih yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 10 triliun lebih dan Pendapatan Transfer sebesar Rp 729 miliar lebih. Sementara itu, Belanja Daerah dirancang sebesar Rp 13 triliun lebih yang mencakup Belanja Operasi, Belanja Modal, Belanja Tidak Terduga, serta Belanja Transfer.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top