Menurutnya, melalui kegiatan ini siswa tidak hanya menunjukkan kemampuan seni, tetapi juga belajar bekerja sama dan memahami nilai budaya yang diwariskan leluhur.
“Di sini proses belajar tidak berhenti di ruang kelas. Siswa belajar melalui pengalaman langsung, mulai dari merancang ogoh-ogoh, berlatih pementasan fragmentari, hingga bekerja sama dalam tim untuk menampilkan karya terbaik mereka,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.
Bagi para siswa, festival ini menjadi momen yang menyenangkan sekaligus bermakna. Tidak hanya menampilkan karya seni, kegiatan ini juga menggambarkan semangat gotong royong dan kebanggaan generasi muda terhadap tradisi.
Melalui Grissa Kesanga Festival, sekolah menunjukkan bahwa pendidikan dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Di tangan generasi muda, nilai-nilai tradisi tidak hanya dipelajari, tetapi juga dirawat dan dihidupkan kembali dalam ruang-ruang pendidikan.










